Breaking

Monday, November 28, 2016

Cerita Pengalaman Luar Biasa Nikmatnya Seks

CeritaPengalaman - Cerita pengalaman Sedarah, Cerita Pengalaman Sekolah, Cerita pengalaman Selingkuh, Cerita pengalaman suster, Cerita Pengalaman Tante, Cerita Pengalaman Bersama Teman.

Aku saat ini sekolah di sebuah SMU yg terfavorit di Kota Surabaya, hidupku tak luput dari kesenangan mungkin setahun terakhir ini aku sering dugem, seks bebas, dan sekarang aku menyadari bahwa kau masuk dalam jurang, aku bingung mau kemana harus aku cari, hidupku bingung tak tau arah tujuan, sungguh aku sangat menyesalinya.

Keterlibatanku dgn narkoba telah membawaku ke dalam kehidupan yg suram. Sungguh kejam! Aku jd berangan-angan ingin kembali ke kehidupan lamaku dimana aku belum mengenal narkoba. -cerita sex terbaru- Saat itu begitu indah. Orang tuaku sayang padaku. Farhan pacarku dgn setia berada disisiku.

Cerita Pengalaman Luar Biasa Nikmatnya Seks

Dan dia selalu datang untuk menghibur dan menemaniku. Aku jd ingat pada hari-hari tertentu, teman-teman sekolahku datang main ke rumah untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar berkumpul. Kalau lagi ada pacarku, mereka selalu menggoda kami sebagai pasangan serasi.
Padahal menurutku kami bertolak belakang. Aku orangnya pemalu. Sedang pacarku biang kerok di sekolah dan tdk tahu malu. Aku berprestasi dalam pelajaran tp kurang menguasai bidang olah raga. Sedangkan dia berprestasi dalam olah raga namun malas belajar. Tinggiku sedang dan badanku agak kurus. Sedangkan dia tinggi dan besar. Pokoknya beda banget. Tp teman sekolah mengatakan kami pasangan serasi.

Entah apanya yg serasi.. Aku masih ingat saat-saat terakhir dia meninggalkan aku untuk sekolah ke Amerika. Ada setitik firasat bahwa itu adalah saat terakhir aku bersamanya. Aku menangis tiada henti di bandara seperti orang bodoh.
Tdk ada kata yg terucap, hanya sedu sedan lirih terdengar dari mulutku. Orang tuanya sampai sungkan pada orang tuaku dan berusaha menghiburku dgn mengatakan bahwa Farhan akan sering pulang ke Indonesia untuk menengokku.

Ortu ku pun tak kalah dan berjanji padaku akan menyekolahkan aku ke Amerika selepas SMU. Kata orang cinta akan lebih terasa saat terpisahkan oleh jarak. Aku tdk sabar untuk membuka e-mail setiap malam.
Telepon internasional seminggu sekali menjd pelepas dahaga bila aku rindu suaranya. Setiap malam menjelang tidur, aku melihat-lihat foto kami berdua. Dan tak lupa aku mendoakan dia. Kini Farhan tdk akan mau memandangku lagi.
Laporan dari teman-temannya yg melihat aku berkeliaran di diskotik- diskotik dgn lelaki lain membuatnya murka dan tdk mempercayai aku. Dia mengadili aku yg hanya bisa menangis dan berjanji akan menghentikan perbuatanku.

Tp apa daya, di belahan dunia lain, Farhan tdk akan bisa melihat keseriusanku. Dia meminta untuk mengakhiri hubungannya dgnku meski aku menangis meraung-raung di telepon. Aku tak berdaya. Dia begitu kerasnya tdk mengampuni kesalahanku.
Yah memang semua itu memang salahku. Tp apakah aku tdk punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan? Apakah setiap orang tdk pernah khilaf? Apakah sama sekali tdk ada ampun untukku? Dia dulu mengatakan apa pun yg terjd akan selalu mencintaiku.

Akan selalu menjagaku. Semakin hari cintanya padaku akan semakin besar. Ternyata, bohong! Itu semua hanya bohong belaka! Saat ini aku jd ceweq bodoh, sering melamun dan mudah stres. Bukan hanya hubunganku dgn Farhan yg hancur. Hubunganku dgn ayah ibuku jg memburuk.
Mereka sdh menyerah menghadapi aku yg hampir setiap hari pulang pagi. Mereka bahkan mengancam akan mengusir aku bila terus menerus seperti ini. Aku jd sering membolos sekolah. Prestasiku di sekolah makin hari makin memburuk.

Aku telah kehilangan minat untuk belajar dan meraih ranking tinggi di sekolah. Hubungan sosial dgn teman sekolahku jg semakin buruk. Aku malas bergaul dgn mereka. Aku takut mereka mengetahui siapa aku sebenarnya.

Aku takut mereka menyebarkan tingkah lakuku sebenarnya. Aku takut.. Aku jd paranoid! Aku jd mudah curiga dgn semua orang. Aku jd sulit tidur dan melamun yg tdk-tdk. Aku jd sering mimpi buruk dan makin sulit membedakan mana mimpi dan kenyataan.

Lama-lama aku bisa gila! Aku ingin berhenti menggunakan narkoba dan sesegera mungkin meninggalkan dunia gemerlap yg selama setahun ini kugeluti. Tp aku sulit meninggalkannya. Aku terperangkap di dalamnya! Ineks! Semua ini gara-gara pil setan itu! Badanku semakin kurus. Mataku cekung dihiasi garis hitam dibawahnya.

Aku tdk mengenali wajahku sendiri di hadapan cermin. Bahkan Mamaku sdh mengecap aku sebagai wanita nakal. Yah.. wanita nakal.. aku memang telah jd wanita nakal. Aku telah melepaskan keperawananku pada seorang pria yg bukan suamiku. Aku malu pada diriku dan pada orang tuaku. Diriku bukan Rafeel yg dulu.

Rafeel yg selalu meraih prestasi di sekolah. Rafeel yg selalu membanggakan orang tua. Rafeel yg rajin ke gereja. Rafeel yg lugu dan pemalu. Rafeel yg selalu jujur dan berterus terang.. Malam itu entah malam keberapa aku ke diskotik dgn Beni.

Setelah triping gila-gilaan bersama teman-teman, aku pulang bersama Beni. Sebenarnya aku malas pulang karena masih dalam keadaan on berat. Gara-gara Bandar gede dari Jakarta datang, semua jd kebanyakan ineks.

Badanku terus bergetar tiada henti, dan rahangku bergerak-gerak ke kiri dan kekanan. Dgn eratnya aku peluk lengan Beni seakan- akan takut kehilangan dirinya. Tdk seperti biasanya Beni mengajakku putar-putar keliling kota.
Mungkin dia kasihan melihat aku masih on berat dan tdk tega membiarkan aku sendirian di rumah. Aku sih senang-senang saja. Kuputar lagu-lagu house music agak kencang, meski aku tahu akibatnya bisa fatal.

Tak sampai lima menit, lagu house music dan hembusan hawa AC yg dingin membuat aku on lagi! Aku menggerak- gerakkan badan, kepala dan tanganku di bangku sebelah. Rasanya asyik sekali triping dalam mobil yg melaju membelah kota! Beni tertawa melihat aku memutar-mutar kepala seperti angin puyuh.

“Untung kaca film mobilku gelap. Jd aku nggak perlu takut orang-orang melihat tingkahmu!” ujarnya. Hahaha.. rasanya saat itu aku tdk peduli mau dilihat orang, polisi, hansip atau siapa pun jg, aku tdk akan peduli! Lagipula ini masih jam 3 pagi.
Setelah setengah jam kami putar- putar kota, akhirnya kami sampai di daerah sekitar rumah Beni. Beni menyarankan agar aku meneruskan tripingku di rumahnya. Sebab terlalu riskan bila triping di jalanan seperti itu.

Kalau sedang sial bisa ketangkap polisi. Aku yg sdh tdk bisa berpikir lagi Cuma mengiyakan semua omongannya. Sampai di rumahnya, aku langsung diantar ke kamarnya. Sambil meletakkan kunci mobil, Beni menyalakan ac dan memutar lagu house music untukku.
Wah dia benar-benar ingin membuat aku on terus sampai pagi! Ok, Aku layani! Kurebut remote ac dari tangannya dan ku setel dgn temperatur paling rendah. Beni yg sdh drop, begitu mencium bau ranjang langsung hendak merebahkan badannya yg besar itu ke tempat tidur.
Tentu saja aku tdk ingin tripping sendiri! Kutarik tangannya dan kuajak dia goyang lagi. Beni mengerang dan tetap menutup wajahnya dgn bantal. Tingkahnya dibuat manja seperti anak kecil. Tdk habis pikir aku segera mencari koleksi minumannya di mejanya. Kusambar sebotol Martell VSOP dan kupaksa dia minum.

Mulanya Beni menolak dgn alasan besok harus kerja. Namun aku memaksa terus hingga dia tak berkutik. Beberapa teguk Martell membuahkan hasil jg. Beni bangun dan duduk didepanku. Aku segera memeluknya dari belakang dan menggodanya dgn manja.
“Kalau kamu mau nemenin aku tripinng.. hari ini aku jd milikmu.”
“Milikku sepenuhnya..? Ehm.. I love it!” Balas Beni nakal.
“Ya..ehm.. jd milikmu..” gumamku di dekat telinganya.
Aku memeluknya dari belakang dan menciumi telinganya sampai dia kegelian. Aku terus menggodanya dgn menciumi leher dan bahunya. Tiba-tiba dia membalikkan badan dan menyergapku!
Aku kaget jg dan berteriak kecil. Beni mendekapku erat-erat dan balas menciumi wajah, leher dan telingaku. Aku menjerit-jerit kegelian oleh tingkahnya. Lama-lama ciuman Beni semakin turun ke bawah.

Dia melorotkan tali tank-topku dan menciumi buah dadaku dgn ganas sambil mendengus- dengus. Aku bergetar menahan geli dan rangsangan yg hebat.
Otot-otot badan dan kakiku terasa kaku semua. Tdk puas menciumi dadaku, Beni meloloskan bra yg menutupi dadaku sehingga kedua buah dadaku tersembul keluar.
“Wow.. aku paling suka payudaramu!” desisnya.

Aku paling suka kalau keindahan tubuhku dipuji. Dia mengucapkan kata-kata itu dgn mata berbinar-binar sehingga membuatku tersanjung. Tentu saja aku langsung menutupi dadaku dgn kedua tanganku seakan-akan melarangnya untuk melihat.
Sedetik kemudian dia membuka kedua tanganku dan membungkuk kearah dadaku lalu mendekatkan mulutnya ke puting kananku. Dengusan napasnya yg mengenai putingku sdh bisa membuatku menggelinjang.

Pelan-pelan lidahnya menjilat putingku sekilas, lalu berhenti dan memandang reaksiku. Aku memejamkan mata dan mendengus. Perasaanku melambung sampai ke awang- awang! Ketika kubuka mataku, dia memandangku sambil tersenyum nakal.
Aku memukulnya. Kemudian dia menjilat puting kiriku sekilas. Aku kembali menggelinjang- gelinjang. Aku merasa detik- detik penantian apa yg akan dilakukan Beni pada putingku membuat aku makin penasaran.
Aku mengerang-erang ingin agar Beni meneruskan aksinya. Aku sdh sangat terangsang hingga memohon-mohon padanya agar memuaskan aku. Beni tersenyum manis sekali lalu mulai memasukan putingku ke mulutnya.

Putingku dipermainkan dgn mulut dan lidahnya yg hangat. Aku bergetar dan menggelinjang menjd-jd. Kepiawaian Beni merangsang dan memuaskan aku sdh terbukti. Rangsangan yg hebat melupakan segala janji yg pernah kubuat.
Beni sangat terangsang rupanya. Aku merasa ada yg mengganjal di bagian bawah perutku dan menyodok-nyodok kemaluanku. Aku membuka kedua kakiku lebar-lebar dan merubah posisi pinggulku agar kemaluanku bergesekan dgn k0ntolnya.

Tiap kali k0ntolnya menggesek klitorisku aku mengerang dan merenggut apa saja yg bisa kurenggut termasuk rambutnya. Napas kita yg mendengus-dengus bersahut-sahutan bersaing dgn lagu house music yg memenuhi ruangan.
Beni meneruskan aksinya sambil melepas pakaianku satu persatu hingga aku telanjang bulat. Aku menatap wajahnya dgn perasaan tak karuan. Lalu dia membuka pakaiannya sendiri dan mulai menyerangku dgn ganas.

Aku diciumi mulai mulut turun ke leher lalu ke buah dadaku. Kemudian turun lagi melewati pusar dan bulu kemaluanku. Dia berhenti sesaat sambil melihat aku yg sdh terangsang berat.
“Beni.. cium anuku please..” pintaku terbata-bata.
“Hehehehehe..” Desisnya pelan.
Lalu tanpa menunggu perintah kedua kalinya, dia mulai merubah posisinya agar mulutnya pas di kemaluanku. Kemudian kakiku dibuka lebar- lebar ke atas sehingga kemaluanku menyembul di antara pahaku. Aku merasa hawa dingin menerpa bagian dalam kemaluanku yg merekah.
Aku memejamkan mata berdebar-debar menunggu Beni memulai aksinya. Beni menciumi sisi luar kemaluanku dgn perlahan. Aku mengerang tertahan dan mengerutkan dahi. Rasanya geli sekali! Ciumannya bergerak ke tengah dan berhenti di itilku. itilku diciuminya lama sekali seperti kalau dia menciumi bibirku. Dia mengulum dan kadang menyedot kemaluanku dgn kuat.
Aku mendesah- desah keras sekali. Tak tergambarkan rasanya. Lalu ketika lidahnya ikut bermain, aku tak kuat menahan lebih lama lagi.

Dibukanya bibir kemaluanku dgn jarinya, lalu lidahnya dimasukan diantaranya. Lidahnya memilin-milin klitorisku dan kadang masuk ke memekku dalam sekali. Erangan panjang menandakan kenikmatan yg tiada taranya. Aku malu sekali ketika orgasme dihadapannya.
Ritme ciumannya pada kemaluanku perlahan- lahan mengendur seiring dgn tekanan yg kurasakan. Beni memang hebat. Dia sdh berpengalaman memuaskan ceweq. Dia bisa tahu timing yg tepat kapan harus cepat dan kapan harus pelan.

Aku jd curiga apa dia berprofesi sebagai gigolo yg biasa memuaskan Tante-Tante kesepian. Hehehe..
“Lho kok cepat? Udah terangsang dari tadi ya?” tanyanya sambil senyum-senyum mesum. Mukaku memerah ketika aku tak bisa menjawab pertanyaannya.
Aku memukulnya dgn bantal sambil menggodanya.
“Kamu gigolo ya? Kok hebat banget?”
“Eh, gigolo! Kurang ajar! Gua ini memang Don Juan Surabaya ya! Belum pernah ada ceweq yg tdk puas kalau main dgnku!” katanya pongah.
“Teman-temanku sampai menjuluki aku ‘Sex Machine’!” lanjutnya.

“Ngibul! kamu pasti gigolo!” godaku sambil memukulnya dgn bantal lagi.
Kami perang mulut selama beberapa saat. Kemudian Beni mengakhirinya dgn berkata,
“Enak aja menghinaku! Sebagai balasannya, nih..” Beni melompat kearahku dan memasukkan kepalanya diantara kakiku. Dia langsung melumat kemaluanku dgn mulutnya lebih ganas lagi padahal kemaluanku masih berdenyut- denyut geli.
Aku menjerit-jerit karenanya. Gelinya luar biasa! Entah apakah kemaluanku sdh sangat basah atau tdk, aku mendengar bunyi berkecipak di kemaluanku. Rasa geli yg menerpa segera berubah menjd nikmat.

Aku terhanyut lagi dalam permainan lidahnya. Aku orgasme untuk yg kedua kalinya. Badanku rasanya lemas semua. Malam itu aku mudah sekali orgasme. Entah apa mungkin itu karena pengaruh ineks atau memang aku sdh dalam keadaan puncak, aku tdk tahu.. Kami break sebentar.
Beni tidur terlentang. Kulihat k0ntolnya berdiri tegak bagai tugu monas. Kepalanya yg merah mengkilat karena cairan maninya meleleh keluar. Aku duduk di dipangkuannya dan memegang k0ntolnya yg keras.
“Lho, sejak kapan celana dalammu lepas? Aku kok nggak tahu?” tanyaku.
“Hehehe.. kamu merem terus dari tadi sampe nggak tahu kalo burungku udah menunggu- nunggu ditembakkan ke sasaran!” candanya.

Aku kasihan padanya. Kuelus- elus k0ntolnya sambil menggodanya. Lalu aku naik ke atas tubuhnya dan duduk tepat diatas k0ntolnya. Beni tampak terangsang melihat tindakanku. Kugoyang-goyangkan pinggulku maju mundur diatas k0ntolnya sambil kuelus-elus dadanya. Beni memejamkan matanya sambil merasakan sentuhan-sentuhan kemaluanku di k0ntolnya.
Aku jg merasa geli-geli nikmat saat k0ntolnya yg keras dan licin menggeser klitorisku. Lama-lama Beni tdk kuat menahan rangsangan. Dia bangkit dan memeluk tubuhku. Kami berciuman. Tanpa mempedulikan bau cairan memekku di mulutnya, aku terus menggoyangkan pinggulku maju mundur.
Kemaluanku yg basah semakin memudahkan k0ntol Beni bergesekan diantar bibir kemaluanku. Gerakan kami makin lama makin liar, sampai akhirnya pertahananku runtuh! K0ntol Beni mengoyak keperawananku! Kepala k0ntolnya selip dan masuk ke memekku.
Aku menjerit kaget dan gerakanku terhenti. Untuk sesaat aku merasa sakit karena ada benda sebesar itu masuk ke memekku. Beni jg berhenti dan hendak mencabut k0ntolnya dari memekku. Namun aku mencegahnya. Aku benar-benar terhanyut dalam fantasiku sendiri akan kenikmatan persetubuhan. Kupeluknya erat-erat tubuhnya.

Disamping rasa sakit, aku merasakan suatu kenikmatan yg lain. Aku ingin merasakan lebih lama lagi. Secara tak sadar aku merendahkan pinggulku perlahan-lahan sampai k0ntol Beni memenuhi liang memekku. Rasanya sungguh luar biasa! Aku memeluk Beni sekuat tenaga dgn napas terputus- putus. Kucengkeram punggungnya dgn kuku jariku tanpa peduli dia kesakitan atau tdk.
Tak terlukiskan perasaanku saat itu. Aku mengerang-erang. Rasanya seluruh sarafku terputus dan terpusat di kemaluanku saja. Beni membiarkanku sesaat menikmati moment ini. Dia pasti jg sedang menikmati koyaknya selaput daraku.
Perlahan-lahan Beni mulai menggoyangkan pinggulnya. K0ntolnya bergerak-gerak perlahan dalam kemaluanku. Aku mendesah mengaduh-aduh menahan nikmat dan geli. Memekku masih sangat sensitif sampai sampai aku tdk tahan ketika k0ntolnya digerak- gerakkan. Aku menatap sayu pada Beni.
“Kenapa aku nggak tahu kalau ML seenak ini? Kalau tahu, aku sdh dari dulu mau making love sama kamu!” kataku parau.

Mendengar perkataanku, sesaat Beni hanya memandangku tanpa ekspresi. Aku tdk dapat menebak apa yg ada dipikirannya. Lalu dgn pandangan yg menyejukkan, dia mencium keningku dan pipiku.
Aku menjd tenang dan damai. Beni, aku sayang padamu, aku sayang padamu, aku sayang padamu. Tak ada lagi Farhan dalam kamusku. Aku hanya sayang padamu kataku dalam hati. Sex jauh lebih memabukkan daripada extacy! Aku tak bisa berpikir jernih! Yg ada dipikiranku hanya terus dan terus.. tanpa akhir..
Beni mulai menggerakkan k0ntolnya keluar masuk memekku. Mulanya perlahan, lama-lama semakin cepat. Rasanya mau mati saking nikmatnya. Aku tak bisa berkata apa-apa. Hanya erangan dan desahan yg keluar dari mulutku.
Dorongan k0ntolnya yg menghujam keluar masuk ke dalam memekku membuatku tak berdaya. Malam itu aku orgasme empat kali. Beni menumpahkan spermanya di perutku dan terkapar disebelahku. Aku jg terkapar kelelahan.
Saking lelahnya aku sampai tdk kuat untuk bergerak mengambil tissue untuk membersihkan spermanya yg tumpah di perutku. Ternyata orgasme saat ML jauh lebih nikmat daripada dgn oral seks.
Sungguh berbeda.. Setelah terkapar beberapa saat, Beni membopongku ke kamar mandi dan memandikan aku. Aku terus menerus memandang wajahnya dan mencari-cari sinar apa yg terpancar di wajahnya.
Apakah dia benar mencintaiku atau aku hanya salah satu perempuan koleksinya? Aku terus memeluknya saat dia membasuh tubuhku dgn air hangat dan membersihkan kemaluanku. Kemudian setelah membersihkan diri, kami tidur kelelahan. ***** Besoknya saat aku bangun, Beni sdh tdk ada di sebelahku.

Kulihat jam dinding menunjukkan pukul sembilan. Detik berikutnya aku baru sadar kalau tidur telanjang bulat dan hanya ditutupi selimut. Perlahan- lahan memoriku memutar balik kejdan tadi malam. Agak susah mengingat kejdan semalam setelah pakai ineks dan minum minuman beralkohol.
Setelah ingat semua, dgn lunglai aku bangkit dan melihat kemaluanku. Kuraba dan kupegang kemaluanku. Rasa nikmat dan geli semalam masih terbayang di pikiranku. Pikiran jelek mulai menggangguku.
Aku sdh tdk perawan! Aku sdh kehilangan keperawananku di usia ke 16 dgn cookku yg bukan pacarku maupun suamiku! Edan! Aku lepas kendali! Kata-kata Ling mulai teringat kembali. Saat dia kehilangan keperawanannya pertama kali, dia menangis menjd-jd semalaman.
Namun sekarang dia sdh biasa dan malah sering making love. Aku teringat saat Ling mengenalkan Beni padaku, dia memperingatkan Beni agar jangan macam- macam padaku. Berbagai macam kejdan dari awal aku kenal kehidupan malam sampai saat ini lalu lalang dalam pikiranku seakan-akan menyindirku.
Sekarang semuanya telah terjd! Aku tak percaya! Aku jd seperti Ling! Aku ingin menangis menyesali semuanya! Namun sdh terlambat! Apalagi saat aku melihat setitik noda hitam pada sprei. Aku langsung menangis menjd-jd.

Aku merasa berdosa! Bayangan wajah Papa Mamaku berkelebat berganti- ganti dalam benakku. Aku merasa berdosa pada Papaku, pada Mamaku, pada kakakku, pada seluruh keluargaku! Aku ke kamar mandi untuk membersihkan diriku! Aku merasa kotor dan hina! Aku bukan Rafeel yg dulu lagi! Masa depanku hancur! Siapa yg mau sama aku!
Cowokku mana yg mau menerima ceweq seperti aku! Ceweq yg sdh tdk utuh lagi! Ceweq murahan! Aku benci diriku sendiri! Aku benci semua orang! Aku menangis lama sekali di kamar mandi. Kutumpahkan semua perasaanku dalam air mata yg segera tersapu guyuran air hangat. Hingga akhirnya aku tergeletak lemas di lantai kamar mandi.
Setelah bosan menangis, aku segera beranjak dari kamar mandi dan mengenakan pakaian. Kuambil ponselku dan kukirim SMS pada Ling. Aku minta dia menjemputku di rumah Beni. Ling menyggupi dan berjanji akan menjemput aku sepulang sekolah pukul 13.00 Pukul sebelas Beni pulang ke rumah.
Tiba-tiba perasanku jd campur aduk saat kudengar suara mobil Beni memasuki rumah. Ada perasaan jengkel yg menggebu-gebu padanya.

“Kok berani-beraninya orang segede dia menjerumuskan anak kecil! Dasar hidung belang!” pikirku jengkel. Aku duduk di ranjang menghadap pintu sambil menunggu dia masuk.
Kusiapkan wajah sesuram mungkin agar dia tahu kalau aku marah padanya. Aku sdh mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Pokoknya dia harus tahu kalau aku marah! Beni yg sepuluh tahun lebih dewasa tahu bagaimana harus bertindak menghadapi aku.
Dia diam saja saat aku mendiamkannya. Lalu mulai mengajakku makan. Aku menolak. Dia terus mengajakku bicara dan bercerita kalau dia bangun kesiangan sehingga terlambat kerja. Dia pura-pura tdk tahu aku marah padanya.
Sejurus kemudian dia mulai memelukku dan mengatakan kalau dia segera pulang karena khawatir aku belum makan atau kesepian di rumah. Lama-lama aku kasihan jg padanya. Dia baik padaku. Sebenarnya yg salah aku.

CeritaPengalaman Cerita pengalaman SedarahCerita Pengalaman SekolahCerita pengalaman SelingkuhCerita pengalaman susterCerita Pengalaman TanteCerita Pengalaman Bersama Teman.

Aku yg memaksanya melakukan itu. Padahal kemarin dia sdh mau tidur, aku malah merangsangnya habis-habisan. Yah, aku yg salah. Seperti membangkitkan macan tidur. Aku pun mulai melunak. Aku mulai menjawab pertanyaannya sepatah-sepatah sampai akhirnya suasana mulai cair.
Mengerti umpandian malam itu, hampir tiap hari aku making love denganya. Kami melakukan di rumahnya, di hoan perhatian padaku. Tp kok bisa aku terjerumus jd seperti ini? Hahaha.. memang bodoh apa yg kulakukan. Penyesalan sdh tdk ada gunanya lagi. Entah sampai kapan aku bisa berhenti dari dunia gila ini? Aku pun sdh mulai bosan.