Breaking

Wednesday, January 11, 2017

Cerita Pengalaman Dewi Cewek Gede Susu

Cerita pengalaman SedarahCerita Pengalaman SekolahCerita pengalaman SelingkuhCerita pengalaman susterCerita Pengalaman TanteCerita Pengalaman Bersama Teman.


Cerita Pengalaman Dewi Cewek Gede Susu
Cerita Pengalaman Dewi Cewek Gede Susu
CeritaPengalaman.com -  Cerita ini cerita pengalan hidup saya sendiri, saya akan menceritakan kepada anda yang gemar membaca cerita dewasa,.
Cewek yang bernama Dewi di daerahku terkenal dengan buah dada yang besar, dengan pedenya dia selalu
memamerkan payudaranya ke umum, dan sebab itulah aku ingin mencicipi tubuhnya yang membuat menggoda nasuku.
dia merupakan artis yang naik daun dimana aku mendapat undangan launching film pertamanya.

Dengan relasi yang banyak aku kenal di kesempatan itu bisa menemui
Dewi di rumahnya, dengan alasan dia
ingin membuat web pribadinya, dia meminta bantuanku untuk mengoperasikan webnya sudah dua kali aku
datang ke rumahnya untuk meeting di tempat umum, dan untuk ketiganya aku meeting di rumahnya kemudia
berhasil menidurinya di ranjang.

Singkat cerita ketika aku siang itu mengadakan meeting di rumahnya dan hanya dihadiri kami berdua,
tanpa suami
Dewi sama sekali.

“Apa saja hendak diisi .. “ tanyaku sambil menghembuskan rokokku yang hanya separo isinya

“Apa sajalah .. profile pribadi … “

“Yang bagian dalam dalam ?” tanyaku nakal sampai tertawa

“Ya janganlah … mosok kayak gitu diobral “ Ujar
Dewi iva dengan tersenyum sambil membusungkan dadanya
seolah ada yang gatal di punggungnya

Aku menahan nafas.

“Alamak besar sekali .. ingin aku merasakan kekenyalan buah dadanya “ batinku berteriak

“Ya setidaknya orang khan banyak nanya berapa ukuran BH Mbak
Dewi“ ujarku sambil cengengesan
Bukan marah yang kudapat, namun aku justru dilempari bungkus rokokku

“Sialan lo Han … “

“Seperti biasa .. saya biasa nangani web orang lain, ya kudu tahu sedikitlah profilenya, baik yang
luaran maupun dalemannya “

“Hah .. “
Dewi terkejut

“Khan cuma sedikit Mbak
Dewi.. kalo seluruhnya ya mana mau “ ujarku sambil menetralkan dirinya dan
kembali tertawa, menyunggingkan senyum nakalnya, matanya menatapku seolah ingin menelanku.

Hari itu
Dewi menggunakan pakaian yang sangat mengundang birahiku, belahan dadanya terbuka lebar,
sedang roknya hanya pendek sekali sehingga kemulusan pahanya membuat aku suka kebablasan bicara, namun
hal itu malah disukai
Dewi.

Maklum sebagai seorang janda, kebutuhan seksnya harus disalurkan atau menjadi beban dirinya. Sekalipun
mempunyai kekasih dari Jerman, namun tidak semuanya bisa terlampiaskan. Bahkan lama lama

Dewi memancingku agar lebih berani mendekatinya, ketika kami semakin akrab untuk rembugan masalah webnya.

“Lantas untuk jatah seksnya gimana Mbak
Dewi?” tanyaku tanpa melihatnya dengan menulis di agendaku

“Ih .. nanya kok gitu sih … “
Dewi  terkejut kembali

“Lha gue sendiri juga bingung .. disuruh nulis profile khan harus nanya deh .. biar nggak salah kutip”
ujarku sambil tertawa

“Nakal sih kamu ..

“Lha kalo cuma ditulis apa adanya penggemar nggak mau ngakses .. apalagi kalo artisnya terbuka mah
gampang dibina dan diarahkan “ kataku sambil memandangnya

“Oke deh … minimal seminggu sekali lah .. “

“Sama siapa ?”

“Rahasialah .. itu jangan dimasukan donk .. malu aku “Cerita Sex Dewasa

“Nggak deh .. aku bisa menjaga privasi orang .. sekalipun itu selingkuhan “ kataku sambil tertawa

“Mang kamu suka selingkuh ? nikah saja belum “

“Lha kalo dikatakan gangguin istri orang nggak pas je .. yang diajak nggak merasa terganggu sih, malah
senang dan puas gitu
Dewi tertawa keras, karena saking tertawanya tangannya menyenggol gelas sehingga jatuh, kami sama sama
hendak memungut pecahan gelas itu sambil posisi membungkuk, mataku tertuju pada buah dadanya yang
besar itu,
Dewi memandangku ketika aku melihat ke arah dadanya itu.

“Nakal sih kamu “ ujar
Dewi dengan menjawil hidungku

“Andai boleh sih aku bermain disitu “ ujarku dengan berbisik
Dewi memandangku dengan mata teduh, lalu berdiri dan menarik tanganku, aku menurut saja dan
digelandang ke kamarnya

Sesampai di kamar ditutupnya pintu.

“Kau boleh lihat seluruh tubuhku Han .. kau akan menyesal .. “ kata
Dewi dengan membuka pakaiannya,
aku berdegup dengan kencang di ranjang dalam posisi duduk.

Penisku sudah ngaceng sejak masuk ke rumah
Dewi.

“Aku tahu kau ngaceng sejak awal … sekarang kau buktiin kata katamu bisa menyenangkan istri orang “
tantang
Dewi dengan pandangan nakal membuka BHnya. Ketika cup BH itu lepas, besar buah dadanya sangat
menantang sekali.

“Benar benar bidadari Mbak
Dewi ini “ gumamku disambut dengan tawa cekikikan, lalu jongkok dan meremas
penisku yang tercetak jelas, aku sudah membuka baju dan kaos dalamku.

“Awwww .. sakit deh kalo masih dalam celana “

Aku langsung meremas buah dadanya yang kenyal dan besar itu

“Aww … Han … remas oh .. enaknya tanganmu “ erang
Dewi dengan binal dan semakin nakal menarik
celana panjangku, penisku menyembul dari celana dalamku bagia kepalanya

“Ih .. kontolmu besar sekali Han … “ puji
Dewi sambil menarik CDku dan kini penisku mengacung dengan
bebasnya

“Ntar kalo masuk ke tempekku apa muat ya ? “ujar
Dewi dengan nakal meremas dan mengocok penisku.

“Masuklah .. ujarku dengan menarik tangan
Dewi agar naik ke ranjang, kutindih Dewi dengan gemas dan
aku memberikan ciuman bibir dengan rakus, bibir kami saling bertaut, sedang tanganku bermain di
dadanya yang membusung itu. Kukulum bibir itu da kucari lidahnya, kami bermain lidah, juga saling
menghisap dan bertukar air liur.

“Han .. puasi aku ya .. aku sudah lama ndak digituin” pinta
Dewi dengan wajah memelas
“Aku juga menginginkan Mbak
Dewi.. “ kataku kembali menyerbu ke bibirnya, pertarungan bibir kembali
menghebat,
Dewi memegang kepalaku untuk mengontrol pagutannya dan aku memeluknya sehingga tindihanku semakin
membuat
Dewi terdesak, tanganku semakin nakal ke bawah mengelus pahanya yang mulus, membuat
Dewi menggelinjang tak karuan, tanganku naik dan menarik CDnya, Dewi membantunya dan aku melirik kebawah,
jembutnya sangat rapi dan sedikit lebat

Pagutan demi pagutan membuat kami larut dalam permainan seks yang dashyat,
Dewi semakin tenggelam
dalam pelukan. Tangannya mengelus punggung, kemudian turun ke depan dan memegang penisku dan diarahkan
ke lubangnya, kutahan tangannya dan tetap kuberikan ciuman bibir

“Jangan dulu Mbak
Dewi .. aku belum mengoralmu “ kataku dengan nafas tersengal karena permainan bibir
yang lama dan itu disukai
Dewi.

“Aku nggak tahan, sayang .. Oh .. puasi aku . semprot aku dengan air manimu, sayang “ ujar
Dewi dengan
mesra

“Akan kupuasi kau Mbak Viviku, sayang .. “

“Kontolmu gedhe .. ayo masukin ke tempekku, sayang .. sodok tempekku sepuasmu Han “ ujar

Dewi memberikan semangat.

Aku langsung mengelesot dan memandang vagina
Dewi, bentuknya sangat rapat sekali karena lama tak
dipakai.

“Rapat sekali, sayang .. Oh Mbak
Dewi.. kalo nggak dioral nggak cukup masuk deh “ kataku sambil
memberikan elusan di vaginanya dan
Dewi merintih

“Terserah kamu,sayang .. “

Aku langsung menyosor ke vaginanya dan kuberikan sedotan di lubangnya membuat
Dewi langsung mengerang
dan menggelinjang

“Awwww ..aaaaarggg .. terus sayang … terus “ erang
Dewi dengan gemas, tubuhnya menggelinjang ke
kekiri dan kekanan, matanya merem melek menikmati oralku di vaginanya.

“Terus Han…. Aoooooo … aku nggak … “ erang
Dewi dengan suara yang sedikit keras sehingga
suaranya sangat nyaring di kamarnya

Aku mengoral vagina
Dewi dengan sangat senang sekali, akhirnya kunikmati tubuh sintal dengan buah dada
besar ini, sambil mengoral dan mencoba mengerjai klitorisnya, tanganku meremas buah dadanya,

Sehingga
Dewi semakin menghebat dalam menggelinjang bak cacing kepanasan, tubuhnya bekeringat dengan
deras dan sudah basah, bibirnya digigit gigit lalu dilepaskan lagi, tangannya menggapai gapai sprei,

Aku terus saja menyedot klitoris dan menyentilnya dengan lidahku, setiap kusentil
Dewi menaikan
dadanya sehingga tanganku semakin mantap meremas buah dadanya, tanganku tak bisa melingkari buah
dadanya.Cerita Sex Dewasa

“Oooooooooohhhhhh … ssssssstttttt ..eeeeeeenaaaaaak “ teriak
Dewi dengan nyaring dan tak perduli
lagi, siang yang panas itu membuat tubuhnya semakin licin berkeringat

Aku terus menyedot nyedot dan
Dewi semakin tak karuan bahkan terus saja menggolengkan tubuhnya,
kakinya menjepit kepalaku sehingga aku tak bisa bergerak, kepalaku diremas remas bagian rambutku dan
Dewi semakin keras menggelinjang tak tahan kuoral

Akhirnya
Dewi mencapai orgasme yang pertama, tubuhnya menegang sangat kaku saat mencapai orgasme,
tanganku menahan pahanya agar tak menjepitku lebih keras, kepalaku lepas, dari vaginanya muncratlah
cairan kewanitaannya dan muncratnya sangat deras seperti air kecing lelaki dalam posisi ngaceng.

“Hmmm . lama tak disetubuhi ya ?” tanyaku sambil tiduran di sampingnya dan kuberikan senyuman mesra.
Dewi menikmati orgasmenya, tubuhnya melemas dengan cepatnya dan kubiarkan saja dengan memandangnya,
matanya masih merem, lalu pelan pelan membuka matanya, melihatku tersenyum
Dewi membalasnya

“Terima kasih Han .. aku sudah lama nggak disodok sodok”

“Ntar aku puasi, lihat tuh .. penisku yang akan mengoyak vagina Mbak
Dewi “ ujarku menunjuk ke penisku
yang manggut-manggut.

“Tunggu sebentar, sayang … “

Kubiarkan, aku hanya diam memandangnya, tiba tiba
Dewi menindihku, memberikan ciuman bibirnya yang
sangat rakus sekali, lalu menduduki pingangku, tangannya diletakan diatas mulutnya dan diludahi,
kemudian mundur lagi dan memegang penisku dan diolesi dengan ludahnya lalu dikocoknya

“Gedhe banget kontolmu Han …. “ ujarnya mengarahkan penisku ke lubang kemaluan
Dewi dengan gemas

Aku hanya bisa tiduran dan mengelus elus buah dadanya, mili demi mili penisku mulai masuk.

“Auuuuuuuh … besar sekali .. Oooooh …. enaknya kontolmu … “ erang
Dewi dengan suara mendesah

“Oh .. betapa bahagianya aku bisa menikmati tubuhmu Mbak
Dewi “ kataku sambil meremas buah dadanya,
rambutanya yang panjang itu semakin tak karuan. Penisku semakin tenggelam dalam lubangnya yang semakin
licin dan becek itu, penisku serasa diurut urut, lubangnya sangat sempit, bagian atas vagina
menggelembung seiring penisku semakin tenggelam,
Dewi meringis dan memandangku dengan senyuman
menggoda

“Mbak
Dewi mau tiap hari kuginiin “ tanyaku nakal.

“Mau ah .. tiap hari “ kata
Dewi dengan meracau tak karuan

Penisku tinggal beberapa centi saja, lalu dengan gemas
Dewi menyentaknya sehingga kami memekik
bersamaan

“Addddduuuuh … enaknya … “ pekik
Dewi dengan menarik tanganku agar bisa duduk diranjang,
kuposisikan saat menggeser pantatku serasa sangat diperas dalam vaginanya

“Bisa muncrat nih “ semprotku ngawur

“Awas kalo keluar duluan .. “
Dewi balik menyemprotku.Dewi lalu naik turun mengenjotku, aku mengimbangi gerakannya, tangan Dewi dirangkulkan ke pundaku dan
tangannya menyatu, gerakan buah dadanya naik turun menyetubuhiku sehingga aku semakin suka dengan buah
dada besar itu, kuremas remas dan
Dewi melenguh dengan keras

“Oh . enaknya .. terus Han .. ayo .. ayo .. “ kata
Dewi dengan mengajakku mendayung lebih dalam.

“Iya, sayang .. oh.. ingin aku bersamamu terus Mbak Viviku “ ujarku sambil memberikan ciuman bibir,
bibir kami bertaut dengan mesra, tanganku bertelapak dan meremas buah dadanya membuat

Dewi menggelinjang tak karuan, penisku keluar masuk vagina Dewi , gerakan Dewi sangat bervariasi tidak hanya
naik turun kadang memutar membuat penisku serasa disedot sedot dan dipilin pilin dengan hebat

Kami saling memacu, bunyi keciplak alat kelamin kami membuat kami semakin terhanyut dalam nafsu
birahi.

“Oh .. sayang … enak sekali .. nik..nikmat “ kata
Dewi dengan kembali melumat bibirku tangannya
memegang telapak tanganku agar terus meremas remas buah dadanya yang besar itu. Gerakan
Dewi semakin
liar di atasku sehingga
Dewi semakin binal dan tak terkontrol, wanita ini memang sudah lama tak
disetubuhi, vaginanya sangat menjepit penisku dengan gemas.
Dewi sangat merindukan hubungan seks karena sangat ngebet sekali.

“Kau nakal juga Han … urusan pekerjaan sampai begini “ ujar
Dewi di tengah nafasnya yang kacau

“Iya .. aku akan semakin mudah menulis Mbak
Dewi

“Oh .. jangan kau tulis hubungan seks ini, sayang “

“Nggak Mbak .. aku janji “ kataku dengan terus melawan nafsu
Dewi yang liar itu, tubuhnya naik turun
di atasku menggenjotku. Tubuhnya semakin cepat menggenjot seolah akan merasakan orgasme.

“Han .. kau mau .. mau muncak .. ayo “ ajak
Dewi dengan semakin cepat dan liar naik turun, aku
mengimbangi gerakan itu dengan semakin keras meremas buah dadanya.

“Iya .. keluarkan saja “ kataku sambil terus memberikan perlawanan, tubuh
Dewi semakin cepat dan
vaginanya menjepit dua kali lipat penisku, kutahan orgasmeku agar tidak muncrat,
Dewi menengang sangat
kaku menelikung seperti busur panah

“Aaaaaaaku …. oooooh ……….saaaaaaampaiiiiiii “ teriak
Dewi dengan membusungkan dadanya dan
kuremas untuk memaksimalkan orgasmenya kedua,
Dewi sampai mengejan berkali kali di atas tubuhku. Tubuhnya menegang dengan kakunya lalu kemudian
lemas dalam pelukanku da, kuberikan pelukan mesra dan kuberikan elusa di pungungnya.

Tubuh seksi berkeringat itu diam dalam pelukanku. kubiarkan diam saja dan aku hanya memeluknya dengan
mesra. Lalu
Dewi mulai bersuara.

“Terima kasih, sayang .. telah memuaskan aku .. kau memang hebat Han ..” puji
Dewi dengan memberikan
kecupan di bibirku

“Iya sama sama .. “

“Kontolmu hebat, sayang .. aku suka .. ntar aku putusan saja sama pacarku “ kata
Dewi dengan memohon

“Hubungan kita hanya seks, sayang .. seks dan pekerjaan .. “

“Please … aku suka kamu, sayang .. kau ganteng .. pintar dan nakal .. “ ujar
Dewi dengan memegang
kepalaku
Ah .. “ ujarku dengan memberikan senyuman mesra

“Mau ya jadi pacarku .. aku butuh pelampias seperti ini Han .. kalo nggak dipuasi aku bisa cepat
marah”

“Kalo itu sih gampang … rembugan kita belum selesai .. Mbak
Dewi dah ngebet minta seks sih”

“Idih .. kau nakal juga .
“Aku tahu kok Mbak
selasaberkah pengin gini .. mancing mancing make pakaian minim mengundang nafsuku”

“Lha aku suka kamu kok .. kalo nggak digituin kamu nggak bakalan mau “

“Kalo Mbak Dewi jadi pacar gelapku sih mau saja “

“Asli deh .. aku sudah bosan sama dia … mainnya kasar banget … “

“Oh ya .. “

“Please .. jadi pacarku ya … apalagi anakku suka kamu … “ ujar
Dewi dengan memandangku mesra

“Aku sudah punya pacar je … “

“Putusin deh .. apapun yang kau inginkan aka kukabulkan .. minta apa saja deh “

“Cintaku tak bisa dibeli dengan apapun kecuali dengan begini “ kataku sambil memeluknya lebih erat

“Terima kasih, sayang .. ntar kita lanjutin ya .. semprot tempekku dengan air manimu .. hamili aku,
sayang”
Dewi  tergolek lemas dalam pelukanku, tubuhnya mengkilat berkeringat, dari vaginanya menetes cairan
orgasmenya membasahi sprei, ketika penisku kutarik cairanya menetes lagi.
Rambutnya acak acakan, yang aku suka dari
Dewi adalah suka ngomong jorok sekali, lebih jorok dibanding
artis lain yang pernah kutiduri, Anne J Cotto atau Andi Soraya masih kalah jorok dengan
Dewi ini.

“Sabar deh .. ntar aku puasi Mbak
Dewi

“Tempek ah .. kontol ah … “ ujar
Dewi jorok sekali.

“Ih .. jorok banget sih “ kataku sambil memberikan elusan mesra di buah dadanya, posisiku menindih
Dewi dengan penisku menancap dengan nikmat di vagina Dewi .

“Habis kalo nggak jorok nggak nikmat deh .. ntar tunggu sebentar ya, biarkan penismu yang besar ini
kuurut dengan vaginaku, hmmmm .. kontolmu kujepit dalam tempekku dulu “

“Ya deh … “

“Kontolmu wajib masuk ke tempekku Han … aku suka kontolmu yang gedhe itu, kontol terbesar yang sudah
masuk ke tempekku … tempekku merasa bangga dimasukan kontol besar, nanti semprot air manimu ya … aku
sudah lama nggak dientot deh …”

“Iya ya .. “ sambil mulai menggoyang naik turun dengan pelan dan disambut ciuman ganas
Dewi .
“Sayang, remas susuku, remas buah dadaku .. Oh .. iya .. “

Aku justru malah bermain dengan mulutku di punting buah dada
Dewi yang besar itu, buah dadanya yang
besar itu aku remas sebelah kiri dan sebelah kanan puntingnya aku sedot sedot seperti menyusui.

Dalam mulutku kugigit punting itu dengan pelan lalu kusedot sedot sekerasku sehingga membuat

Dewi menggelinjang tak karuan, kedua tangannya meremas kepalaku dengan mesra

“Awwww .. enak Han .. sedot terus .. Oh .. aku suka akan kamu, sayang .. “ erang
Dewi dengan
menggelengkan kepalanya kanan kiri, sambil merem melek keenakan

Aku menikmati kuluman punting buah dada
Dewi dengan nikmat, gantian punting sebelah kiri aku kerjai
dan buah dada sebelah kanan aku gantian remas remas, buah dadanya yang kenyal dan mengeras itu sangat
membuatku puas sekali.

Belahan buah dadanya merupakan tempat yang nikmat, kujilati buah dadanya sebelah kiri, kemudian menuju
ke belahan itu dan aku menjilati dengan menelan keringatnya. Kemudian naik menuju ke leher
Dewi itu.

Sesampai di depan bibirnya aku langsung melumat habis bibirnya yang seksi itu.
Dewi sampai megap megap
melawan serbuah bibirku, lidahku menyapu langit langit dalam mulut
Dewi , Dewi tak kuat melawan ciuman
bibirku, sehingga menarik kepalaku

“huuuuuaaaah .. brenti han .. aku .. aku .. nggak kuat “ kata
Dewi mencegahku melumat bibirnya, namun
aku tetap saja kembali menyerbu bibirnya sehingga mau tak mau
Dewi melayaninya, aku mulai menarik
turunkan pantatku dengan pelan,
Dewi mengikutiku sehingga alat kelamin kami beradu lagi, gesekan penisku di dinding vaginanya semakin
mudah untuk memporakporandakan vagina
Dewi . Tanganku kembali meremas dengan keras buah dada yang
mengeras itu.

Deru nafas tak beraturan memenuhi kami.
Dewi sangat kepayahan melawan lumatan bibirku, kepalaku
ditariknya dibenamkan di leher sebelah kiri dan aku terus memacunya naik turun, kadang memutar
pantatku dengan gemas, aku semakin cepat menggenjot tubuh basah keringat
Dewi itu dengan nikmat.

“Han .. aaaaaaaaauhhhhh .. enaknya kontolmu .. auh ..auh … terus .. “ erang
Dewi dengan garang,
tubuhnya menggelinjang bak cacing kepanasan.

“Aku nggak tahan Han … aaaaaaaaooooooooooooh …. “ erang
Dewi kembali, penisku serasa kembali dijepit
dengan sangat keras.

“Keluarkan Mbak
Dewi .. keluarkan lonteku … “

“Iya, sayang .. aku memang lonte .. aku lontemu “ teriak
Dewi semakin jorok

Aku tersenyum dan kembali menggenjotnya dengan lebih cepat naik turun, belum ada 3 menit
Dewi kembali
mengerang

“Akuuuu .. mau … sam … paaaaii .. Oh .. lontemu .. Oh .. aku lontemu .. “ teriak

Dewi Aku memberikan remas pada buah dadanya dan melumat habis bibirnya, pantatku semakin cepat menyodoknya
sehingga Five sangat kepayahan, sehingga memuncratkan lahar asmaranya membasahi penisku kembali dengan
cairan orgasmenya.

Tubuhnya berkelonjotan, memelukku dengan lemas dan akhirnya diam tak berkutik. Diam sekitar 5 menit
kemudian mengelus elus punggungku dan aku dibisikinya

“Aku memang lonte, sayang .. cuma bagimu Han .. kau boleh sebut aku apa saja” kata
Dewi mesra

“Aneh saja kau Mbak “

“Biar .. asal kau wajib menggauliku Han .. wajib hukumnya ya … berarapun minta duit akan kuberi Han’
kata Dewi dengan sombong

“Enak juga nyebut Mbak
Dewi  dengan lonte.“Iya … aku memang lontemu Han … aku adalah WTSmu … kau boleh pakai aku kapan saja”

“Hmmm .. kau sangat binal dan nakal Mbak
Dewi … genit sekalian “

“Kapan kau keluar Han ? aku capek deh … kontolmu benar benar kuat “

“Ntar juga muncrat .. sabar deh .. sabar lonteku .. sabar WTSku .. aku suka buah dadamu yang besar
ini” ujarku sambil meremasnya

“Auuuuuuuuh .. pelan sayang … “ pekik
Dewi dengan genit dan nakal serta binal, kedua kakinya menjepit
pinggangku

Kugulingkan tubuh
Dewi itu, dan kini Dewi menindihku, gesekan saat berputar membuat Dewi memekik keras

“Saaaaaaakit …….. waduh ..waduh . penismu … kontolmu benar benar galak nih “ pekik
Dewi dengan
memberikan ciuman mesra namun cuma sebentar ketika kupegang bagian kepalanya agar tidak menghentikan
ciumannya menolak sehingga lepas dari bibirku

“Sayang .. aku nggak kuat akan lumatanmu .. please .. aku kalah “

“Haaahhahha .. “ aku tertawa

“Sekarang keluar manimu .. atau aku akan mengocok kontolmu dengan tanganku agar muncrat”

“Jangan ah .. aku ingin menyemprot vaginamu “ kataku dengan mesra

“Tempek, sayang .. sebut dengan tempek dan adikmu dengan nama kontol … “ ujar
Dewi dengan tertawa.Dewi kembali menggoyang di atasku, dengan menduduki selakanganku, Dewi dengan sangat garang melakukan
gerakan menggoyang dengan keras dan berpegangan pada kedua dengkulku,
Dewi memacu dengan memaksa agar aku muncrat, kakinya dirapatkan sehingga penisku serasa diurut dengan
sangat hebat, aku serasa nggak tahan, tanganku menggapai gapai buah dada
Dewi namun tak sampai,
sehingga
Dewi memegang tanganku dan memajukan dadanya,Dewi membantu aku meremas buah dadanya, buah dadanya semakin kenyal dan keras, Dewi naik turun dengan
sangat cepat

“Ayo ..sayang .. lontemu juga mau muncrat lagi” kata
Dewi dengan jorok

“Iya .. lonteku sayang … “ kataku mengiyakan sebutan
Dewi dengan lonte. Ya dia memang lonte, suka
pamer aurat sembarangan. Lonte dengan balutan selebriti. Kini lonte bernama
Dewi berada di atas
tubuhku, menggenjotku dengan sangat liar akan aku menyemprotkan air maniku.

“Aku nggak tahan Mbak ………..awwwwwww .. aku menggelengkan kepalaku “

“Keluarkan,sayang .. aku juga .. kleuar bareng yuk “

Kami kembali saling mengimbangi gerakan sehingga penisku semakin tak kuat menahan desakan, sehingga
tak lama kemudian aku muncrat, penisku memuncratkan lahar isinya dengan menembak ke rahim
Dewi .

Lebihd ari lima kali penisku menyemburka isinya dan disambut dengan cairan orgasme
Dewi , tubuh
Dewi ambruk dalam pelukanku. Penisku serasa kempes, namun belum benar benar layu, setengah ngaceng dalam
vagina
Dewi , kami diam lama sekali, malah tertidur di sore hari itu. Setengah jam kemudian
Dewi membangunkan aku.

“Jam berapa ?” tanyaku

“Masih jam 4,sayang … bobok sini ya .. keloni aku “ pinta

Dewi
“Boleh .. kita ntar main lagi ya” kataku dengan tersenyum

“Ih … kau benar benar hebat .. aku kalah deh .. ntar malam lagi .. janji ya di rumah ini nggak boleh
makai pakaian, kalo mau makan kudu telanjang, jika kau ingin menyodokku lakukan saja “ kata

Dewi dengan mesra

“Baik .. “

“Hmmm … soal bayaran bikin web ntar aku atur .. kuberi bonus deh .. tapi kau kudu janji ya .. kalo aku
butuh kamu harus datang .. “

“Mbak .. kenal sama Febbiola kagak ?” tanyaku

“Kenal .. mang kenapa ? mau nyoba kesintalan dia ?” tanya
Dewi dengan tertawa

“Iya deh .. “

“Nggak boleh .. kau adalah milikku .. dan aku milikmu .. “

“Kau lonteku tak berhak ngatur “ kataku dengan nakal

Baca Juga Cerita Sex Jilatan Gigolo

“Jadiin aku pacarmu deh “ pintanya dengan mengelus kepalaku

“Beri dulu Febbiola .. aku ingin ngentoti dia “ kataku memberikan pilihan

“Ih .. sulit menyakinkan dia deh .. gimana kalo Emma Waroka saja?“
Dewi memberikan pilihan

“Aku mau tapi aku hanya bisa memberi lampu hijau kau jadi pacarku ..”

“Kok gitu sih “

“Sementara urusan kita seks dan pekerjaan, kau boleh panggil aku kapan saja menyetubuhimu, dan kau
sebagai lonteku kalo aku butuh kudu siap”



Sponsor : Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT.