Breaking

Thursday, February 2, 2017

Cerita Pengalaman Dewasa Porno Ternyata Nikmat

Orang lebih mengenalku sebagai Tamara, aqu memiliki kulit putih mulus. meski tak terlalu tinggi bahkan sedikit mungil (152 cm), tetapi badan aqu sangat Sexy dgn dua buah dada berukuran 34C yg sedikit kebesaran dibandingkan ukuran badan aqu! Sampai saat ini sebenarnya aqu sedikit bingung bagaimana memulai cerita kisah dewasa pemerkosaan ini. Tetapi perlu pembaca semua ketahui bahwa yg aqu ceritakan ini benar-benar terjadi pada diri aqu!kisah sex nyata gitu bro! Saat ini aqu berusia 24 tahun dan telah menikah. Aqu sampai saat ini masih kuliah di sebuah perguruan tinggi di Depok Semester lima. Aqu menikah dgn suami aqu Bang Japrak yg lebih tua 8 tahun dari aqu kerana dijodohkan oleh orangtua aqu pada saat aqu masih berusia 20 tahun dan baru saja masuk kuliah. Tetapi aqu sangat mencintai suami aqu ini. Begitu pula suami aqu yg sangat sangat mencintai aqu .


Kerana aqu dilahirkan dari keluarga yg taat agama, maka aqu pun seorang yg tertib agama.Setelah pernikahan menginjak usia 1 tahun, suami aqu oleh perusahaan ditugasi untuk bekerja di pabrik di daerah bogor. Sebagai fasilitas, kita diberikan sebuah rumah sederhana di komplek perusahaan. Sebagai seorang istri yg taat, aqu menurutinya pindah ke tempat itu. Komplek tempat tinggal aqu ternyata masih kosong, bahkan di blok tempat aqu tinggal, baru ada rumah kita dan sebuah rumah lagi yg dihuni, itu pun seikit jauh letaknya dari rumah kita.

Kerana rumah kita masih sangat asli kita belom memiliki dapur, sehingga apabila kita mau memasak aqu harus memasak di halaman belakang yg terbuka, ciri khas rumah sederhana. Akhirnya suami memutuskan untuk membangun dapur dan ruang makan di sisa tanah yg tersisa, kebetulan ada seorang tukang bangunan yg menawarkan jasanya. Kerana kita tak merasa memiliki barang berharga, kita mempercayai mereka mengerjakan dapur tersebut tanpa harus kita tunggui, suami tetap berangkat ke kantor sedangkan aqu tetap kuliah.

Sampai suatu hari, aqu sedang libur dan suami aqu tetap ke kantor. Pagi itu setelah mengantar Bang Japrak sampai ke depan gerbang, aqu pun masuk ke rumah. Sebenarnya perasaan aqu sedikit tak enak di rumah sendirian kerana lingkungan kita yg sepi. Sampai beberapa saat kemudian Om Wiryo dan dua orang kawannya datang untuk meneruskan kerjanya. Dia terlihat seikit terkejut melihat aqu ada di rumah, kerana aqu tak bilang sebelomnya bahwa aqu libur.
“Eh, kok Buk Tamara endak berangkat kuliah..?”
“Iya nih Om Wiryo, lagi libur..” jawab aqu sembari membukakan pintu rumah.
“Kalo gitu aqu mau nerusin kerja di belakang Neng..” katanya.
“Oh, silahkan..!” kata aqu.

Tak lama kemudian mereka masuk ke belakang, dan aqu mengambil sebuah majalah untuk membaca di kamar tidur aqu. Tetapi ketika baru saja aqu mau menuju tempat tidur, aqu lihat melalui jendela kamar Om Wiryo sedang mengganti pakaiannya dgn pakaian kotor yg biasa dikenakan saat bekerja. Dan alangkah terkejutnya aqu menyaksikan bagaimana Om Wiryo tak menggunakan pakaian dalem. Sehingga aqu dapat melihat dgn jelas otot badannya yg bagus dan yg paling penting kemaluannya yg sangat besar apabila dibandingkan milik suami aqu.
Aqu seketika terkesima sampai tak sadar kalo Om Wiryo juga memandang aqu.
“Eh, ada apa buk..?” katanya sembari menatap ke arah aqu yg masih dalem keadaan telanjang dan aqu lihat kemaluan itu mengacung ke atas sehing terlihat lebih besar lagi. Aqu terkejut dan malu sehingga cepat-cepat menutup jendela sembari nafas jadi terengah-engah. Seketika diri aqu diliputi perasaan aneh, belom pernah aqu melihat laki-laki telanjang sebelomnya selain suami, bahkan apabila sedang berhubungan sex dgn suami aqu, suami masih menutupi badan kita dgn selimut, sehingga tak terlihat seluruhnya badan kita.
Aqu mencoba mengalihkan persaan aqu dgn membaca, tetapi tetap saja tak bisa hilang. Akhirnya aqu putuskan untuk mandi dgn air dingin. Cepat-cepat aqu masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah selesai, aqu baru sadar aqu tak membawa handuk kerana tadi terburu-buru, sedangkan pakaian yg aqu kenakan telah aqu basahi dan penuh sabun kerana aqu rendam. Aqu bingung, tetapi akhirnya aqu putuskan untuk berlari saja ke kamar tidur, toh jaraknya dekat dan para tukang bangunan ada di halaman belakang dan pintunya tertutup. Aqu yakin mereka tak akan melihat, dan aqu pun mulai berlari ke arah kamar aqu yg pintunya terbuka.
Tetapi baru aqu akan masuk ke kamar, badan aqu menabrak sesuatu hingga terjatuh. Dan alangkah terkejutnya, ternyata yg aqu tabrak itu adalah Om Wiryo.
“Maaf Buk.., tadi aqu cari Buk Tamara tapi Buk Tamara endak ada di kamar. Baru aqu mau keluar, eh Buk Tamara nabrak aqu..” katanya dgn santai seolah tak melihat kalo aqu sedang telanjang bulat.
Aqu begitu malu berusah bangkit sembari mentupi dada dan bagian bawah aqu.
Tetapi Om Wiryo segera menangkap tangan aqu dan berkata,
“Endak usah malu Neng.., tadi Buk juga udah ngeliat punya aqu, aqu endak malu kok..”
“Jangan Pak..!” kata aqu, tetapi Om Wiryo malah mengangkat aqu ke arah halaman belakang menuju dua orang kawannya. Aqu berusaha memberontak dan berteriak, tapi Om Wiryo dgn santainya malah berkata,
“Tenang aja Buk.., di sini sepi. Suara teriakan Buk endak bakal ada yg denger..” Melihat badan telanjang aqu, kedua kawan Om Wiryo segera bersorak kegirangan.
“Wah, bagus betul ni buah dada..” kata yg satu sembari membetot dan meremas buah dada aqu sekeras-kerasnya.
”Tolong jangan perkosa aqu, aqu endak bakalan lapor siapa-siapa…” kata aqu. “Tenang aja deh kamu nikmati aja…” kata kawan Om Wiryo yg badannya sedikit gendut sembari tangannya meraba bulu kemaluan aqu, sedang Om Wiryo masih memegang kedua tangan aqu dgn kencang.
Tak berapa lama kemudian aqu lihat ketiganya mulai melepas pakaian mereka. Aqu melihat badan-badan mereka yg mengkilat kerana keringat dan kemaluan mereka yg mengacung kerana nafsunya. Dgn cepat mereka membaringkan badan aqu di atas pasir. Kemudian Om Wiryo mulai menjilati kemaluan aqu.
“Wah.., kemaluannya wangi loh..” katanya.
Aqu segera berontak, tetapi kedua kawan Om Wiryo segera memegangi kedua tangan dan kaki aqu. Yg botak memegang kaki, sedangkan yg gendut memegang kedua tangan aqu sembari menghisap puting susu aqu. Tak berapa lama kemudian Om Wiryo mulai mengarahkan kemaluannya yg besar ke lubang kemaluan aqu. Dan ternyata, yg tak aqu duga sebelomnya, rasanya ternyata sangat nikmat. Benar-benar berbeda dgn suami aqu. Tetapi kerana malu, aqu terus berontak sampai Om Wiryo mulai mengoygkan kemaluannya dgn gerakan yg kasar, tapi entah kenapa aqu justru merasakan kenikmatan yg luar biasa, sehingga tanpa sadar aqu berhenti berontak dan mulai mengikuti irama goygnya.
Melihat itu kedua kawan Om Wiryo tertawa dan mengendurkan pegangannya. Mendengar tawa mereka, aqu sadar tetapi mau memberontak lagi aqu merasa tanggung, sehingga yg terjadi adalah aqu terlihat seperti sedang berpura-pura mau berontak tetapi meski dilepaskan aqu tetap tak berusaha melepaskan diri dari om Wiryo.
Tak lama kemudian Om Wiryo membalikkan badan aqu dalem posisi doggie tanpa melepaskan miliknya dari kemaluan aqu. Melihat itu, tanpa dikomando si gendut langsung memasukkan kemaluannya ke mulut aqu. Aqu berusaha berontak, tetapi si gendut menjambak aqu dgn keras, sehingga aqu menurutinya. Aqu benar-benar mengalami sensasi yg luar biasa, sehingga beberapa saat kemudian aqu mengalami klimaks yg luar biasa yg belom pernah aqu alami sebelomnya. Badan aqu menjadi lemas dan jatuh tertelungkup. Tetapi terlihatnya Om Wiryo belom selesai, sehingga genjotannya dipercepat sampai kemudian dia mencapai kelimaks dan memuntahkan air maninya ke dalem rahim aqu.
Begitu Om Wiryo mencabutnya, si botak langsung memasukkan kemaluannya ke dalem milik aqu tanpa memberi waktu untuk istirahat. Tak lama kemudian si gendut mencapai kelimaks, dia menekan kemaluannya ke dalem mulut aqu dan tanpa aba- aba, langsung menembakkan air maninya ke dalem mulut aqu. Banyak sekali air maninya yg aqu rasakan di mulut aqu, tetapi ketika aqu hendak membuang air mani itu, Om Wiryo yg aqu lihat sedang duduk beristirahat berkata.
“Jangan dibuang dulu, cepet kamu kumur-kumur mani itu yg lama… pasti nikmat… ha.. ha.. ha..”
Dan seperti seekor kerbau yg bodoh, aqu menurutinya berkumur dgn seperma itu. Sementara si botak terus mengocok kemaluannya di dalem kemaluan aqu, aqu melihat Om Wiryo masuk ke dalem rumah aqu dan keluar kembali dgn membawa sebuah terong besar yg aqu beli tadi pagi untuk aqu masak serta sebuah kalung mutiara imitasi milik aqu. Tak berapa lama kemudian si botak mencapai kelimaks dan aqu pun terjatuh lemas di atas pasir tersebut. Melihat kawannya telah selesai, Om Wiryo menghampiri aqu sembari memaksa aqu kembali ke posisi merangkak.
“Sembari menunggu tenaga kita kembali pulih, mari kita lihat hiburan ini..” katanya sembari memasukkan terong ungu yg sangat besar itu ke dalem kemaluan aqu. Tentu saja aqu terkejut dan berusaha memberontak, tetapi kedua kawannya segera memegangi aqu. Dan tak lama kemudian,
“Bless..!” terong itu masuk 3/4-nya ke dalem kemaluan aqu. Rasa sakitnya benar-benar luar biasa, sehingga aqu menggoyg-goygkan bokong aqu ke kiri dan kanan.
“Lihat anjing ini.. ekornya aneh.. ha… ha… ha…” kata si tukang bangunan.
“Sekarang kamu merangkak keliling halaman belakang ini, ayo cepat..!” kata si tukang bangunan. Dgn perlahan aqu merangkak, dan ternyata rasanya benar-benar nikmat.
Kerana rasa geli-geli nikmat itu, sedikit-sedikit aqu berhenti, tetapi setiap aqu berhenti dgn segera mereka mencambuk bokong aqu. Tak berapa lama aqu mencapai kelimaks, melihat itu mereka tertawa. Om Wiryo kemudian menghampiri aqu, lalu mulai memasukkan kalung mutiara imitasi yg sebesar kelereng tadi satu persatu ke dalem lubang dubur aqu. Aqu kembali menjerit, tetapi dgn tenang dia berkata,
“Tahan dikit ya.., nanti enak kok..!” Sampai akhirnya, kemudian kalung itu tinggal seperempatnya yg terlihat, lalu sembari menggenggam sisa kalung tersebut dia berkata.
“Sekarang kamu maju pelan-pelan..” Dan ketika aqu bergerak, kembali kalung itu tercabut pelan-pelan dari dubur aqu sampai habis. Begitulah mereka mempermainkan aqu sampai kemudian mereka siap memperkosa aqu lagi berulang-ulang sampai sore hari, dan anehnya setiap mereka kelimaks aqu pun turut klimaks dgn arti aqu menikmati diperkosa.
Malam harinya ketika suami aqu pulang, aqu sama sekali tak melaporkan kejadian tersebut kepadanya, ga tau entah kenapa!mungkin saking nikmatnya bercinta bareng 3 buruh bangunan sehingga pemerkosaan tersebut terus terjadi berulang-ulang setiap aqu sedang tak kuliah. Dan setiap memperkosa, buruh bangunan ini selalu menyelingi dgn mengerjai aqu dgn cara yg aneh-aneh, dan itu berlangsung sampai dapur aqu selesai dibangun! Sunguh nikmatnya diperkosa buruh bangunan lho badan mereka kekar dan tenaga meraka sangat kuat dalem melakukan hubungan sex.