Breaking

Thursday, February 23, 2017

Cerita Pengalaman Ngesek Dengan Dua Fotografer Ganteng

Cerita pengalaman Sedarah, Cerita Pengalaman Sekolah, Cerita pengalaman Selingkuh, Cerita pengalaman suster, Cerita Pengalaman Tante, Cerita Pengalaman Bersama Teman.


Cerita Pengalaman - Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Gading, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar-benar dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama. Om Gading membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi-pagi sekali, pada hari yg telah ditentukan, om Gading menjemputku.

Bersama dia ikut juga asistennya, Agus, seorang anak muda yg lumayan ganteng, kira-kira seumuran denganku. Tugas Agus adalah membantu om Gading pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yg akan dikenakan model. Om Gading sangat profesional mengatur pemotretan, mula-mula dengan pakaian santai yg seksi, yg menonjolkan lekuk liku tubuhku yg memang bahenol.

Cerita sex terbaru, Pemotretan dilakukan di luar. Bajunya dengan potongan dada yg rendah, sehingga toketku yg besar montok seakan-akan mau meloncat keluar. Agus terlihat menelan air liurnya melihat toketku yg montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar penisnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri.

Setelah itu, om Gading mengajakku melihat hasil pemotretan di laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi kedua, dia minta aku mengenakan lingeri yg juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yg lebat membayang di kain lingerie yg tipis. Aguspun kayanya gak bisa konsentrasi melihat tubuhku.

Aku yakin kon tolnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om Gading mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam-macam gaya tersebut. Tengkurap, telentang, ngangkang dan macem-macem pose yg seksi-seksi. Kembali om Agus memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya.

Sekarang sekitar jam 12 siang, om Gading minta Agus untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Gading memberiku bikini yg so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu-malu segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yg tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi pemotretan yg padat dan angin sepoi-sepoi, aku tertidur. Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yg meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku.

Ketika tangan itu menyentuh selangkanganku tiba-tiba mataku terbuka, aku melihat om Gading sedang menggeraygi tubuhku.

“Tik, kamu seksi sekali, om jadi napsu deh ngeliatnya. Om jadi pengen ngentotin Tika, boleh gak Tik. Nanti om bantu kamu untuk jadi model profesional”, katanya.

Karena sudah diberi tahu temanku, aku tdk terlalu kaget mendengar permintaannya yg to the point.

“Tika sih mau aja om, tapi nanti Agus kalo dateng gimana”, tanyaku.

Om Gading segera meremas-remas toketku begitu mendengar bahwa aku gak keberatan dientot.

“Kamu kan udah sering dientot kan Tik, nanti kalo Agus mau kita main ber 3 aja, asik kan kamunya”, katanya sambil tersenyum. Aku diam saja, om Gading berbaring di dipan disebelahku. Segera aku dipeluknya, langsung dia menciumku dengan ganas. Tangannya tetap aktif meremas-remas toketku, malah kemudian mulai mengurai tali bra bikiniku yg ada ditengkuk dan dipunggung sehingga toketku pun bebas dari penutup. Dia semakin bernapsu meremas toketku.

“Tik, toket kamu besar dan kenceng, kamu udah napsu ya Tik. Mana pentilnya gede keras begini, pasti sering diisep ya Tik”. Dia duduk di pinggir dipan d an mulai menyedot toketku, sementara aku meraih penisnya serta kukocok hingga kurasakan penis itu makin mengeras.

Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai selangkanganku dan menggosok-gosok nonokku dari luar.

“Eenghh.. terus om.. oohh!” desahku sambil meremasi rambut om Gading yg sedang mengisap toketku.
Sponsor :Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT.

Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di puserku. Aku mendesah makin tdk karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yg bergerak keluar masuk nonokku dari samping cd bikini ku. Aku sampai meremas-remas toket dan menggigit jariku sendiri karena tdk kuat menahan rasanya yg geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan nonokku mengeluarkan cairan hangat.

Dengan merem melek aku menjambak rambut om Gading. Segera tangannya pun mengurai pengikat cd bikiniku sehingga aku sudah telanjang bulat terbaring dihadapannya, siap untuk digarap sepuasnya. Dia segera menyeruput nonokku sampai kurasakan cairanku tdk keluar lagi, barulah om Gading melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.

“Jembut kamu lebat ya Tik, pasti napsu kamu besar. Kamu gak puas kan kalo cuma dientot satu ronde”, katanya.

Belum beres aku mengatur nafasku yg memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yg belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yg bermain di rongga mulutku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya.

“Tika ga tahan lagi om, Tika emut penis om ya” kataku.

Om Gading langsung bangkit dan berdiri di sampingku, melepaskan semua yg nempel dibadannya dan menyodorkan penisnya. penisnya sudah keras sekali, besar dan panjang. Tipe penis yg menjadi kegemaranku. Masih dalam posisi berbaring di dipan, kugenggam penisnya, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut. Mulutku terisi penuh oleh penisnya, itu pun tdk menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja.

Aku memainkan lidahku mengitari kepala penisnya, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga om Gading bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan.

“Eemmpp..nngg..!” aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tdk dipedulikannya.

Kepala penis itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan pejunya itu, tapi karena banyaknya pejunya meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar penisnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku. Kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa peju yg menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Agus muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yg sedang bugil.

“Gus, mau ikutan gak”, tanya om Gading sambil tersenyum.
“Kita makan dulu ya”. Segera kita menyantap makanan yg dibawa Agus sampai habis.

Sambil makan, kulihat jakunnya Agus turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke toketku. Aku mengelus-elus penisnya dari luar celananya, membuatnya terangsang Akhirnya Agus mulai berani memegang toketku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.

“Tik, toketnya gede juga ya.. enaknya diapain ya”, katanya sambil terus meremasi toketku.

Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka pakaiannya. Nampaklah penisnya cukup besar, walaupun tdk sebesar penis om Gading, tapi kelihatannya lebih panjang. Kugenggam penisnya, kurasakan penisnya bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan penisnya ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga Agus mengerang keenakan.

“Enak, Gus”, tanya om Gading yg memperhatikan Agus agak grogi menikmati emutanku.

Om Gading lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok penisnya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua penis yg sudah menegang itu. Tdk puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian om Gading pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku. Aku mulai merasakan penisnya menyeruak masuk ke dalam nonokku.

Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci penisnya memasuki nonokku. Aku dientotnya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada toketku. Aku menggelinjang tak karuan waktu pentil kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada penis Agus makin bersemangat. Rupanya aku telah membuat Agus ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang ngentot.

Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tdk ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja dientot dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yg lain makin menghujam ke tubuhku. penis Om Gading menyentuh bagian terdalam dari nonokku dan ketika penis Agus menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan toket atau meremasi pantatku.

Aku serasa terbang melayg-layg dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Agus. Bersamaan dengan itu pula entotan Om Gading terasa makin bertenaga. Kami pun nyampe bersamaan, aku dapat merasakan pejunya yg menyembur deras di dalamku, kemudian meleleh keluar lewat selangkanganku.

Setelah nyampe, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.

“Tik, aku pengen ngen totin nonok kamu juga”, kata Agus.

Aku cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi,

“Tapi Tika istirahat aja dulu, kayanya masih cape deh”. Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku.

Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, om Gading duduk di sebelah kiriku dan Agus di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya.

“Tik, aku masukin sekarang aja ya, udah ga tahan daritadi belum rasain nonok kamu” kata Agus mengambil posisi berlutut di depanku.

Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala,dia mengarahkan penisnya yg panjang dan keras itu ke nonokku, tapi dia tdk langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir nonokku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas penis om Gading yg sedang menjilati leher di bawah telingaku.

“Aahh.. Gus, cepet masukin dong, udah kebelet nih!” desahku tak tertahankan.

Aku meringis saat dia mulai menekan masuk penisnya. Kini nonokku telah terisi oleh penisnya yg keras dan panjang itu, yg lalu digerakkan keluar masuk nonokku.

“Wah.. seret banget nonok kamu Tik”, erangnya.

Setelah 15 menit dia gen tot aku dalam posisi itu, dia melepas penisnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke penisnya. Dengan refleks akupun menggenggam penis itu sambil menurunkan tubuhku hingga penisnya amblas ke dalam nonokku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku, secara bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami.

Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua toketku yg terguncang-guncang tdk luput dari tangan dan mulut mereka. Agus memperhatikan penisnya sedang keluar masuk di nonokku. Goyangan kami terhenti sejenak ketika om Gading tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Agus. om Gading membuka pantatku dan mengarahkan penisnya ke sana.

“Aduuh.. pelan-pelan om, sakit ” rintihku waktu dia mendorong masuk penisnya.

Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali 2 penis penis besar. Kami kembali bergoyang, sakit yg tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika om Gading menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, om Gading malah makin buas menggentotku. Agus melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tdk terlalu ribut.

Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yg dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Agus erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Agus. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yg sudah lemas ini.

Erangan yg keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, pentilku disedot kuat-kuat oleh Agus, dan om Gading menjambak rambutku. Aku lalu merasakan peju hangat menyembur di dalam nonok dan pantatku, di air nampak sedikit cairan peju itu melayg-layg. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan penis masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yg basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Mereka mengikutiku dan ikut mandi bersama. Disana aku cuma duduk, merekalah yg menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggeraygi. nonok dan toketku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir

“Lho.. kok yg disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih” disambut gelak tawa kami.

Setelah itu, giliran akulah yg memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun mengemut penis mereka secara bergantian sehingga langsung saja napsu mereka memuncak. aku segera diseret ke ranjang. Om Gading mendapat giliran pertama, kelihatannya mereka dia main berdua aja dengan ku. Jembutku yg lebat langsung menjadi sasaran, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus-ngelus nonokku.

Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Segera penisnya yg besar, panjang dan sangat keras aku genggam dan kocok-kocok.

“Tik, diisep dong”, pintanya.

Kepalanya kujilat-jilat sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk-ngangguk memasukkan penisnya keluar masuk mulutku, kenyotanku jalan terus.

“Ah, enak Tik, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah”, erangnya keenakan.

Tangannya terus saja mengelus-ngelus no nokku yg sudah basah karena napsuku sudah memuncak.

“Tik, kamu udah napsu banget ya, nonok kamu udah basah begini”, katanya lagi. penisnya makin seru kuisep-isepnya.

Kulihat Agus sedang mengelus2 penisnya yg sudah ngaceng berat melihat om Gading menggarap aku. Tiba-tiba dia mencabut penisnya dari mulutku dan segera menelungkup diatas badanku. penisnya diarahkan ke nonokku, ditekannya kepalanya masuk ke nonokku. terasa banget nonokku meregang kemasukan kepala penis yg besar, dia mulai mengenjotkan penisnya pelan, keluar masuk nonokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh penisnya yg panjang ambles di nonokku.

“Enak om , penis om bikin nonok Tika sesek, dienjot yg keras om “, rengekku keenakan. enjotan penisnya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan penisnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya.

Gak lama dientot aku udah merasa mau nyampe,

“om lebih cepet ngenjotnya dong, Tika udah mau nyampe”, rengekku.
“Cepat banget Tik, om belum apa-apa″ jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan penisnya.

Akhirnya aku menjerit keenakan

“Om, Tika nyampe mas , aah”, aku menggelepar kenikmatan.

Dia masih terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Tiba2 dia mencabut penisnya dari nonokku.

“Kok dicabut om, kan belum ngecret”, protesku.

Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya anjing.

“Om, masukkin dinonok Tika aja ya, kalo dipantat gak asik”, pintaku.

Dia diam saja. Segera penisnya ambles lagi di nonokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan penisnya keras dan cepat, lebih cepat dari yg tadi, gesekannya makin kerasa di nonokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi,

“Om , nikmat”, erangku lagi.

Jarinya terasa mengelus-ngelus pantatku, tiba-tiba salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya nonokku ikut berkontraksi meremas penis besar panjang yg sedang keluar masuk,

“Aah Tik, nikmat banget, empotan nonok kamu kerasa banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot nonokku.

Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas-rems toketku, kemudian tangannya menjalar lagi ke i tilku, sambil dientot i tilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dien tot dengan cara seperti itu.

“Om , nikmat banget ngentot sama om , Tika udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om ,” erangku saking nikmatnya.

Dia sepertinya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan penisnya. Tak lama kemudian,

“Om, Tika mau nyampe lagi, om , cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang lagi keenakan.

Gak lama kemudian dia mengentotkan penisnya dalem2 di nonokku dan terasa pejunya ngecret.

“Aah Tik, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas punggungku.

Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, penisnya tercabut dari nonokku.

“Om , nikmat deh, sekali entot aja Tika bisa nyampe 2 kali. Abis ini giliran Agus ya”, kataku.
“Iya”, jawabnya sambil berbaring disebelahku.

Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku.

“Kamu pinter banget muasin lelaki ya Tik”, katanya lagi. Aku hanya tersenyum,
“Om, Tika mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya”, aku pun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.

Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat om Gading sudah tdk ada dikamar. Agus sudah berbaring diranjang. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. penisnya keelus-elus. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku. Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan mudah mengobok-obok nonokku.

Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku diplintir-plintirnya,

“Gus enak, Tika udah napsu lagi nih”, erangku.

Tanganku masih mengocok penisnya yg sudah keras banget. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yg sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu,

“Gus , nikmat banget “, erangku.

Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di nonokku.

“Aah Gus , enak banget, belum dientot aja udah nikmat banget”, erangku.

Aku menggeliat-geliat keenakan, tanganku meremas-remas sprei ketika dia mulai menjilati nonok dan i tilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum dientot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku telentang terengah-engah, sementara dia terus menjilati nonokku yg basah berlendir itu. baca cerita sex terbaru lainya di seksigo.com

Dia bangun dan kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok penisnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut penisnya.

“Tik, kamu pinter banget sih”, dia memuji.

Cukup lama aku mengemut kon tolnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku, penisnya kuisep kuat2. Dia merem melek keenakan. Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan kepala penisnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk,

“Gus , enak”, erangku.

Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, penisnya nancep semua di nonokku. “Tik, nonokmu sempit banget, padahal barusan kemasukan penis berkali-kaliya”, katanya.
“Tapi enak kan, abis penis kamu gede dan panjang sampe nonok Tika kerasa sempit”, jawabku terengah.

Dia mulai mengenjotkan penisnya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya.

“Enak Gus, aah”, erangku keenakan. enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa nonokku mulai berkedut-kedut,
“Gus lebih cepet dong, enak banget, Tika udah mau nyampe”, erangku.
“Cepet banget Tik, aku belum apa-apa″, jawabnya.
“Abisnya kon tol kamu enak banget sih gesekannya”, jawabku lagi. enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat aku
“Terus Gus , enak”. Toketku diremas-remas sambil terus mengenjotkan penisnya keluar masuk.
“Terus Gus , lebih cepat, aah, enak Gus, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya.

Padahal dengan om Gading, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget. Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem penisnya nancep. nonokku kudenyut2kan meremas penisnya sehingga dia melenguh,

“Enak Tik, empotan nonok kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Tik”, erangnya sambil terus mengenjot nonokku.

Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret didalam nonokku, banyak banget kerasa nyemburnya

“Tik, aakh, aku ngecret Tik, nikmatnya nonok kamu”, erangnya.

Dia menelungkup diatas badanku, bibirku diciumnya.

“Trima kasih ya Tik, kamu bikin aku nikmat banget”. Setelah penisnya mengecil, dicabutnya dari nonokku dan dia berbaring disebelahku.

Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya. Aku terbangun karena merasa ada jilatan di nonokku, ternyata om Gading yg masih pengen ngentotin aku lagi. kulihat penisnya sudah ngaceng lagi. nonokku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya nonokku makin terbuka.

“Om , nikmat banget mas jilatannya”, erangku.

Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas-remas toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di nonokku. Pentilku kuplintir2 juga. Kemudian itilku diisep-isepnya sambil sesekali menjilati nonokku, menyebabkan nonokku sudah banjir lagi. Aku menggelepar-gelepar ketika itilku diemutnya.

Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku dikangkangkan.

“Om, masukin dong om , Tika udah pengen dientot”, rengekku.

Dia langsung menindih tubuhku, penisnya diarahkan ke nonokku. Begitu kepala penisnya menerobos masuk,

“Yg dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om “, rengekku karena napsuku yg sudah muncak.

Dia langsung mengenjotkan penisnya dengan keras sehingga sebentar saja penisnya sudah nancap semuanya dinonokku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga penisnya terasa masuk lebih dalem lagi.

“Ayo om , dienjot dong”, rengekku lagi.

Dia mulai mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku menggeliat-geliat saking nikmatnya,

“Om , enak om , terus om , Tika udah mau nyampe rasanya”, erangku.

Dia tdk menjawab malah mempercepat lagi enjotan penisnya.Toketku diremas-remsnya, sampe akhirnya aku mengejang lagi,

“om enak, Tika nyampe om , aah”, erangku lemes.

Kakiku yg tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tdk memperdulikan keadaanku, penisnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus-dengus. nonokku kudenyut-denyutkan meremas penisnya. Dia meringis keenakan.

“Tik, terus diempot Tik, nikmat banget rasanya. Terus empotannya biar om bisa ngecret Tik”, pintanya.

Sementara itu enjotan kon tolnya masih terus gencar meroGus nonokku. Toketku kembali diremas-remasnya, pentilnya diplintir-plintirnya.

“Om , Tika kepengin ngerasain lagi disemprot peju om “, kataku.

Terus saja penisnya dienjotkan keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya,

“Tik, aku mau ngecret Tik, aah”, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam nonokku.

Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku erat-erat,

“Tik, nikmat banget deh ngen tot ama kamu”, katanya.

Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian. Kami kembali ke Jakarta. Diperjalanan pulang aku hanya terkapar saja dikursi mobil. Lemes banget abis dientot 2 cowok berkali-kali.

“Om, jangan lupa orbitin Tika ya”, kataku.
“Jangan kawatir, selama om masih bisa ngerasain empotan nonok kamu, pasti kamu melejit keatas deh. Bener gak Gus”, jawabnya.