Breaking

Friday, March 24, 2017

Cerita Pengalaman Sex Dengan Pejabat Negara

Cerita pengalaman Sedarah, Cerita Pengalaman Sekolah, Cerita pengalaman Selingkuh, Cerita pengalaman suster, Cerita Pengalaman Tante, Cerita Pengalaman Bersama Teman.

Cerita Pengalaman Sex Dengan Pejabat Negara

Cerita Pengalaman - Cerita sex terbaru ini pengalaman Saya sendiri yang akan saya ceritakan pada kalian yang gemar cerita sex.

Selama ini saya membaca nilai kekayaan harta-harta pejabat negara itu yang saya kenal hanya sebagai hiburan. Demikian juga soal no telepon dan alamat rumahnya. Misalnya alamat rumah di daerah mahal, atau di pinggiran Jakarta, diketahui hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu.

Saya tdk menyangka konsekwensi terlalu jauh mengenai keharusan keterbukaan seorang pejabat. Saya pikir karena aturan main menyatakan begitu ya harus diturutilah. Namun dari keterbukaan itu muncul cerita unik yg sama sekali di luar sangkaan saya.

Sebut saja nama temanku itu Danu, umurnya di akhir 40 an tahun, penampilannya lumayan menarik. Dia tdk sering muncul di televisi, tetapi beberapa kali dia tampil di TV sebagai nara sumber.

Cerita Pengalaman Janda Hot Membuat Nafsu
Suatu hari masuk SMS ke Hpnya ketika sedang agak ngantuk mengikuti meeting siang hari. Isinya kira-kira minta berkenalan dari seorang cewe berusia 21 tahun. Singkatnya perempuan itu mengharap bantuan untuk membiayai kuliahnya, karena biaya semesterannya sudah menunggak dan sudah menjelang deadline. SMS itu dianggap angin lalu saja oleh Danu.

Besoknya masuk lagi SMS dan MMS. Foto setengah badan dari cewek yg mengaku bernama Ajeng. Lumayan cantik. Ada 2 foto yg dikirim dan kembali mengharapkan bantuan. Danu tetap tdk mempedulikan. Keesokan harinya masuk lagi satu MMS. Kali ini foto setengah badan dari Ajeng, yg polos.

Terus terang kata Danu dia mulai tergugah, karena tampilan payudaranya cukup montok dan bentuknya masih kokoh dan kenyal. SMS dan MMS itu selalu dikirim pada office hour. Ajeng cukup smart juga karena jam-jam itu, pasti Danu berada di luar rumah atau minimal di kantor.

2 jam kemudian, Ajeng kembali mengirim MMS foto satu badan penuh dan kali ini polos, satu lagi dikirim
fotonya memperlihatkan lebih jelas mengenai kemaluannya yg masih sedikit bulunya. Berturut-turut masuk lagi 2 MMS yg merupakan foto close up dari kemaluan Ajeng.

Danu bingung menerima begitu banyak foto menggairahkan dari seorang wanita muda yg belum dikenalnya sama sekali. Karena naluri kelaki-lakiannya, Danu terdorong mulai menanggapi SMS.

Akhirnya diketahui bahwa Ajeng tinggal di Singaraja Bali.
Pembicaraan tdk lagi melalui SMS, tetapi sudah mulai bicara langsung melalui HP. Karena keinginan dan-

Cerita Pengalaman Sex Dengan Sani Pembantu Nakal

nafsu, Danu berjanji berjumpa dengan Ajeng di Denpasar, atau tepatnya di Sanur. Ajeng memang seorang yg jelita.

Dia mengaku termasuk nominasi 10 orang dalam kontes kecantikan di Bali. Kalau tdk cantik, mungkin Danu tdk tergerak hatinya untuk iseng menanggapi SMS Ajeng.

Apalagi yg diharapkan Ajeng hanya 10 juta rupiah. Jumlah itu yg menurut Danu tdk terlalu besar. Dalam percakapan jarak jauh, Ajeng sudah menyatakan kesediaannya menemani Danu tinggal di Hotel selama 2 malam.

Dia akan langsung chek in di Hotel yg sudah dipesan Danu dari Jakarta. Kebetulan pada hari yg dijanjikan itu Danu ada tugas kunjungan kerja ke Bali. Jadi dia tdk perlu keluar duit untuk bayar pesawat, malah mendapat uang saku SPD (Surat Perjalanan Dinas). Setara golongan IV PNS.

Danu dengan pakaian casual, berkaus polo dan blue jeans serta sepatu kets dan tdk ketinggalan topi serta kaca mata, dia langsung menuju hotel yg telah di pesan dan didalamnya sudah menunggu Ajeng.

Karena memang sudah kontak melalui telepon, Danu tdk perlu mengetuk kamar, tetapi langsung mendorong pintu yg sudah sedikit terbuka. Ajeng sudah menunggu di depan pintu. Dia menyalami tangan Danu dan mencium tangannya. Tdk terkesan Ajeng merasa kikuk. Malah Danu yg merasa kikuk menghadapi gadis dengan beda usia hampir 30 tahun.

Apalagi kedudukan Danu di pemerintahan sangat terhormat, tentunya dia juga sangat was-was menjalani pertemuan seperti ini. Ajeng meggandeng tangan Danu. Dia memanggil Danu, Ayah.

Danu duduk di sofa dan Ajeng langsung
menggelendot dan duduk dipangkuan dan memeluknya. Danu masih rikuh dan belum banyak dia mengeluarkan kata-kata.
Ajeng sangat aktif, Tangannya secara trampil membuka kancing kaus polo Danu dan meminta izin untuk membukanya melalui kepala. Danu menurut saja. Ajeng mengajak Danu mandi dengan air hangat. Satu persatu pakaian Danu dibuka Ajeng, sehingga kini tinggal celana dalam boxer dan kaus singlet.

Setelah itu Ajeng membuka sendiri bajunya sampai terlepas semua. Tubuh Ajeng memang indah. Teteknya cukup besar menantang, putingnya coklat muda dan masih kecil, bulu kemaluannya masih jarang sehingga bentuk kemaluan yg
tembam terlihat.

Kulit seluruh tubuh Ajeng putih dan terlihat kontras dengan rambutnya hitam yg diurai sebahu. Rambut Ajeng cenderung lurus.
Tampilan Ajeng jauh lebih cantik dari foto yg dikirim selama ini. Ajeng menarik Danu berdiri dan dia lalu melucuti kaus singlet dan celana dalam. Kemaluan Danu belum terlalu sempurna berdiri. K0ntolnya masih menggantung ke bawah, tetapi sudah terlihat gemuk.

Ajeng membimbing Danu menuju kamar mandi. Mereka berdua lalu masuk ke bath tub. Ajeng dengan cekatan menghidupkan pancuran dan mengatur kehangatan air yg memancar. Danu dimandikan seperti
bayi oleh Ajeng.

Di tengah sedang memandikan, Ajeng minta izin karena dia kebelet pipis. Ajeng duduk di toilet dan terdengar suara pancaran air kencingnya mendesir, cukup lama juga. Setelah membersihkan dirinya dia mengambil sikat gigi dan mereka berdua menggosok giginya. Terasa segar nafas setelah usai membersihkan mulut.

Kesempatan berdua di pancuran tentunya tdk disia-siakan Danu. Tangannya meremas bongkahan tetek yg terasa mengkal. Tangan Danu juga menyeruak mengobel belahan memeknya yg baru saja dibersihkan dengan sabun. Ajeng menyabuni seluruh tubuh Danu dan di bagian k0ntolnya dibersihkan dan dikocok.

Sehingga k0ntol yg tadinya masih mengenttung, perlahan-lahan menjadi makin keras dan mulai agak berdiri. Berdirinya masih belum terlalu sempurna, tapi sudah memenuhi persyaratan cukup keras untuk menerjang masuk ke lubang memek.
Usai mandi dan mengeringkan dengan handuk.

Danu mengenakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan Ajeng mengenakan handuk sebagai kemben menutupi sampai ke bagian dadanya.

Mereka berdua lalu duduk di tempat tidur ukuran king size. Danu yg sudah terangsang sejak tadi menarik tubuh Ajeng berbaring di bed. Handuk yg melilit ditubuh Ajeng dibuka dan terhamparlah tubuh indah Ajeng yg belum banyak ditimbuni lemak, teteknya masih masih tegak penuh.

Ajeng bertindak pro aktif. Disosor bibir Danu dan dia mengambil posisi menindih tubuh Danu. Ciuman Ajeng turun
terus ke dada Danu dan digigitnya pelan puting kecilnya. Danu diam pasrah dan birahinya makin naik.

Ajeng terus turun dan menggeenggam k0ntol Danu. Dengan satu gerakan k0ntol Danu sudah berada di dalam mulut Ajeng Terasa bahwa Ajeng sudah pernah melakukan oral dan kelihatannya dia cukup berpengalaman.

Danu masih agak syok, apakah Ajeng ini benar anak kuliahan yg butuh bantuan biaya, apa call girl yg melakukan teknik marketing menyamar sebagai anak kuliahan. Dari komunikasi baik melalui telepon maupun tadi dalam pembicaraan awal. Tdk ada kesan atau bukti yg mengarah bahwa Ajeng adalah call girl.

Dia memang mengakui tdk perawan lagi, tetapi itu pun baru melakukan hubungan dengan pacarnya saja. Pacarnya anak orang kaya di Bali, sehingga mereka selalu keluar masuk hotel-hotel untuk melampiaskan hawa nafsu sex.
Dia renggang sama pacarnya karena sang pacar melanjutkan studi ke luar negeri. Oral Ajeng sangat nikmat.

Melakukan treatment terhadap k0ntol, tetapi juga menjilati buah zakar. Ajeng kemudian duduk bersimpuh dan melakukan pijatan di sekitar kemaluan Danu. Pijatannya sangat nikmat dan memberi tambahan gairah. Dia melakukan pijatan seperti seorang pemijat yg sudah ahli.

Danu sering massage di berbagai tempat, tetapi belum pernah menemukan pemijat yg bisa memijat alat kelDanunya senikmat yg dilakukan Ajeng. Ketika Danu berusaha mengorek Ajeng mengenai dari mana dia dapatkan ilmu memijat khusus ini. Ajeng sambil tersenyum malu mengatakan bahwa dia mempelajarinya dari internet.

Kata Ajeng banyak demo di Youtube yg menunjukkan cara memijat prostat.
Dia bahkan belum pernah mempraktekkan pada kekasihnya. Ini adalah yg pertama kali dilakukan. Namun karena sudah banyak sekali petunjuk yg didapat dari visualisasi di internet, maka pemahamannya mengenai pijat prostat makin baik. Ajeng menawarkan untuk memijat seluruh tubuh Danu, karena dia banyak belajar dari internet mengenai full body massage. Danu tentu saja tertarik, karena badannya memang terasa agak lelah setelah seharian melakukan berbagai peninjauan ke daerah-daerah.

Namun Ajeng meminta pemijatannya ditunda dulu. Ajeng kembali menjilati k0ntol Danu sampai k0ntol itu tegak Sempurna. Ajeng mengambil peran aktif. Di genggamnya k0ntol Danu lalu dia arahkan memasuki gerbang memeknya. Perlahan-lahan k0ntol Danu menikam makin dalam ke memek yg memang sudah licin. Danu merasa memek Ajeng masih cukup ketat. Seluruh bagian batang k0ntol Danu terasa tercekat oleh jepitan memek Ajeng.

Ajeng mulai memainkan peran diatas Danu berbagai gerakan diapraktekan. Dia yg mengendalikan gerakan, dan dia pula yg mengerang nikmat. Danu juga merasa k0ntolnya seperti diperas-peras. Pemandangan juga indah, karena tetek Ajeng yg lumayan kenyal dan besar berguncang-guncang.

Danu sebagai orang yg sudah cukup pengalaman dalam bertarung apalagi sebelum pertemuan dengan Ajeng dia sudah menelan obat yg memberi efek tahan lama, maka Danu tenang saja menghadapi serbuan. Sekitar 10 menit Ajeng bergerak aktif.
Akhirnya tumbang ke atas tubuh Danu dan terasa memeknya bergerak sekitar mengikuti gelombang orgasme.

Ajeng memuji kehandalan Danu karena masih bertahan belum mencapai ejakulasi. Danu mengambil alih pengendalian permainan dengan membalikkan posisi sambil menjaga agar k0ntol tdk terlepas dari lubang memek. Danu menahan kepala Ajeng dengan mengaitkan kedua tangannya lalu menggenjot Ajeng dengan gerakan slow.

Gerakan itu bagaikan memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk merasakan kenikmatan gesekan kedua kelDanu .
Danu juga berkosentrasi untuk mencoba merasai daerah G-Spot Ajeng. Gerakan itu dirasakan Ajeng bagai menyiksanya, karena dia berharap Danu melakukan gerakan cepat dan kasar.

Ajeng memang cewek yg bangkit birahnya jika dikasari dalam melakukan hubungan sex.

Namun yg dirasakan sekarang adalah kebalikannya. Namun dia tdk menyangka gerakan Danu justru memacu orgasmenya datang lebih cepat dan gelombangnyanya sangat dahsyat. Ajeng memeluk ketat seluruh tubuh Danu agar tdk bisa bergerak karena Ajeng ingin merasakan nikmatnya ganjalan k0ntol Danu di dalam gua memeknya sampai kontraksinya tuntas. Merasa kekangan Ajeng mulai melonggar Danu kembali bergerak dengan mempertahankan gerakan slownya.

Gerakan itu membuat Ajeng menjadi gila, karena dia sudah tdk mampu lagi menguasai dirinya. Dia berkali
kali diterjang gelombang orgasme yg sangat luar biasa yg selama ini belum pernah dia rasakan.

Ajengdalam berhubungan dengan pacarnya memang juga merasakan orgasme, tetapi orgasme yg dialami kali ini rasanya lebih hebat, lebih nikmat dan datang beruntun berkali- kali.

Ajeng menyerah tdk mampu melayani terus dia minta Danu menyudahi karena badannya sangat lelah dan matanya
juga sudah berat sekali. Permintaan itu diabaikan Danu dengan terus melakukan permainan yg membuat lawan mainnya gila. Danu merasa mulai lelah dengan melakukan gerakan selama 15 menit, sehingga Danu berkonsentrasi untuk mencapai orgasmenya. Danu mencapai orgasme disambut oleh orgasme Ajeng yg sudah entah ke berapa kali.

Setelah pertandingan longset. Danu mengajak Ajeng ke kamar mandi, Ajeng dengan mata agak berat bangkit juga. Jalannya terhuyung- huyung sehingga menggelendot ke Danu. Mereka membersihkan alat senggama sampai kembali bersih dan wangi. Keduanya berjalan tanpa penutup tubuh. Setelah itu langsung kembali rebah dan masuk ke dalam selimut.

Ajeng beberapa saat kemudian sudah mulai mendengkur halus. Sementara Danu matanya sulit dipicingkan. Otaknya berputar berpikir mengadapi fenomena yg dialDanuya sendiri. Seorang gadis cantik yg dengan mudahnya menyerahkan dirinya hanya untuk alasan kesulitan biaya kuliah.

Menurut Danu, sosok Ajeng masih terlalu belia untuk bermain sex, tetapi nyatanya dia sudah sangat trampil.
Danu akhirnya tertidur juga. Entah berapa lama terlelap akhirnya dia terjaga karena merasa sekujur tubuhnya seperti dipijat. Ajeng memang sedang membayar utangnya dengan memijat seluruh tubuh Danu .

Sekitar satu jam dia dipijat dan merasa risih kemudian karena badannya berlumuran cream body lotion. Keduanya lalu kembali mandi air hangat. Badan terasa segar dan bersih. Mulanya Danu ingin main dua babak. Tetapi setelah babak pertama tuntas dia kehilangan selera untuk main satu babak lagi.

Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Danu ingin kembali ke hotelnya bergabung kembali dengan rombongan. Ajeng memang agak kecewa, tetapi dia tdk keberatan ditinggal, karena di lobby dia ditunggu mamanya.

Danu merasa tdk melihat ada wanita ketika di lobby ketika dia masuk hotel tadi. Danu menjadi tdk bisa berpikir waras.

Mengetahui bahwa Ajeng ngamar dengan lelaki setengah umur ibu dari si cewek mengetahui bahkan mengantarnya. Danu tdk ingin berpikir panjang sekarang, dia serahkan segepok uang yg dijanjikan ditambah dengan biaya makan dan transportasi yg cukup lumayan.

Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Danu di dalam pesawat kelas eksekutif termenung sendiri. Pikirannya masih
menerawang memikirkan bagaimana bisa terjadi anak secantik Ajeng dengan mudahnya menyerahkan tubuhnya ke lelaki seperti dirinya dan diantar pula oleh ibunya chek in di hotel.

Jika saja Danu memabaca cerita seperti yg dia alami, dia tdk akan percaya bahwa cerita itu adalah nyata. Tetapi dia baru saja menjalaninya sendiri, sesuatu yg tdk masuk akal.

Tdk sampai sebulan kemudian, kembali masuk sms dari Ajeng. Isinya singkat. Ajeng minta di call. Kebetulan Danu
sedang duduk sendirian menunggu rekannya datang di kafe salah satu hotel mewah. Danu langsung call no Ajeng.

Ketika call itu diangkat, terdengar suara wanita, tapi Danu merasa itu bukan suara Ajeng. Dia tdk mengenali suara itu. Benar juga ternyata itu adalah suara ibunya Ajeng. Dia memperkenalkan diri dengan nama Leni.

Pembicaraannya berawal dari basa basi, kemudian mengalir pada arah ibunya juga ingin mendapat bantuan. Dia berterus terang hidup menjanda dan selama ini menjalankan bisnis kecil-kecilan.

Leni kelihatan cukup piawai menjalin kata-kata, karena mungkin dia biasa melakukan marketing. Danu terbuai dengan pembicaraan Leni, sampai akhirnya Danu berjanji memberi bantuan ala kadarnya.

Meskipun sebutan ala kadarnya tetapi pada posisi Danu rasanya tdk pantas membantu dengan jumlah ratusan ribu, tetapi ya jutaan juga lah. Ibarat Mercedes S 500, mana mungkin bayar parkir cuma 5 ribu, paling tdk ya 20 ribu kan, malah sepantasnya 50 ribu. Pastilah Danu tdk mentransfer langsung dari rekeningnya, tetapi dari rekening orang lain.

Sebagai pejabat negara, rasanya cukup berbahaya mentransfer sejumlah uang ke rekening yg tdk ada hubungan apa pun ke dirinya. Ada perkataan Leni yg mengganggu pikiran Danu.

Perkataan itu adalah Leni akan menservice Danu jika berada di Bali. Kalau Leni itu wanita tua, pasti tdk mengganggu pikiran Danu, tetapi Leni itu adalah wanita yg kelihatan matang, berparas cantik, tetek kelihatan besar sekali.

Danu adalah pengagum wanita ber payudara besar. Foto Leni yg menunjukkan teteknya besar itu adalah salah satu foto Leni sedang menggunakan kebaya. Terlihat sekali belahan dan sembulan payudara yg tdk tertutup kebaya, terlihat sangat menyembul.

Danu tdk berani menggunakan ponselnya berkomunikasi dengan wanita . Komunikasi dilakukan melalui chat di mini padnya. Danu memang harus ekstra hati-hati berkomunkasi yg “keliru“ melalui Hpnya.

Dalam chat, Leni sering melontarkan kata- kata yg menggoda, sampai akhirnya Danu jadi penasaran juga karena dari chatnya itu, Leni mempromosikan kemahirannya melakukan terapi kejantanan, berkat tuntunan dari para leluhurnya. Meski Danu tdk ada penugasan ke Bali, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Bali. Di rumah dia
mengaku ke Bali karena urusan dinas. Di rumah percaya saja, karena memang sudah terbiasa.

Danu kali ini memesan kamar di wilayah Nusa Dua, karena dia ingin menginap di Bali barang 2 malam. Ini juga akibat
penasaran Danu terhadap janji dan promosi Leni mengenai berbagai treatment yg katanya merupakan rahasia dari leluhur.

Apalagi Leni meski berumur, tetapi kecantikannya tdk kalah dari para Diva. Baru memikirkan saja selama penerbangan di pesawat barang Danu sudah mengeras.
Danu langsung menuju kamar Leni.

Kamar itu memiliki view laut. Ketika pintu dibuka. Danu terperanjat dan agak kecewa. Karena selain Leni, Ajeng turut menyambut kedatangannya. Air muka kecewa itu tentu terbaca oleh Leni. Khayalan Danu mengenai Leni buyar.

Leni kemudian berusaha menetralkan suasana kekecewaan yg dirasakan
Danu. Karena merasa gengsi juga, Danu berusaha menyembunyikan kekecewaannya, dan menyatakan tdk masalah dengan kehadiran Ajeng.
Rasa Danu malu juga kalau dia berterus terang menyatakan kekecewaannya, karena dengan begitu akan terlihat Danu terlalu berharap negesex dengan Leni yg adalah ibu si Ajeng yg pernah di embatnya sebulan lalu.

Danu lalu mencari sisi positif dari situasi seperti itu. Dia akhirnya pasrah dan malah ingin tahu skenario apa yg telah disiapkan oleh Leni dan Ajeng menghadapi dirinya. Apa pun yg mereka siapkan Danu akan turut saja.

Sambil duduk Danu mulai mendapat pijatan bahu dari Ajeng di depan ibunya. Harus diakui pijatan ini bukan basa basi, karena sangat nikmat rasanya. Susana menjadi makin akrab. Meski begitu, Leni masih menjaga suasana. Dia tdk duduk berdampingan dengan Danu. Tetapi tetap duduk di sofa terpisah yg memang tersedia di kamar suite itu.

Jam di dinding menunjukan jam 3 sore. Ajeng minta diri karena dia ingin berenang. Tanpa rasa malu Ajeng membuka semua bajunya sampai bugil lalu mengenakan baju renang two pieces.

Semua itu dilakukan tanpa rasa malu di depan
Danu dan Leni. Danu tdk ingin salah berkomentar dia diam saja. Leni juga tdk berkomentar terhadap kelakuan anaknya. Ajeng lalu mengenakan kimono berlalu keluar dari kamar. Dari kamar itu juga bisa dilihat kolam renang dengan latar belakangnya adalah laut.

Sepeninggalan Ajeng, Danu jadi kikuk. Ini ditangkap oleh Leni. Dia lalu duduk merapat dan memijat-mijat paha Danu. Leni meski hanya beda 8 tahun dengan Danu, tetapi dia menyebut Danu dengan Bapak.
“Bapak capek ya, mau dipijat kan,” tanya Leni.
“Ah itu yg ditunggu-tunggu, selama di pesawat saya membaygkan bagaimana pijatan mbak Leni yg katanya khusus itu,” jawab Danu.

Leni meminta Danu berdiri. Leni dengan sabarnya membuka semua pakaian sehingga hanya menyisakan celana dalam saja. Danu lalu digandeng kekamar mandi. Sampai di kamar mandi tanpa rasa canggung Leni melepaskan celana
dalam Danu dan mempersilakan Danu membuang air kecilnya.

Sementara itu Leni membuka pula semua bajunya sampai telanjang sama sekali. Danu mencermati tubuh Leni selama dia menelanjangi dirinya. Tubuh Leni yg tdk bisa dibilang muda tetapi, masih sangat mencengangkan.

Dia bisa menjaga perutnya sehingga tdk menggelambir dan minim stretch, pantatnya juga mempesona, karena sangat tonggeng dan paha ke bawahnya cukup gempal proporsional.
Yg paling istimewa adalah jembut yg sangat lebat. Hitam, sehingga belahan memeknya sama sekali tdk terlihat.

Teteknya besar sekali, memang agak turun, tetapi kelhatannya masih normal, karena tdk mungkin tetek sebesar Leni punya itu bisa mengacung ke depan. Pentilnya tdk terlalu gelap, warnanya coklat muda dan lingkaran aerolanya tdk besar, meski pentilnya cukup besar. Namun pentilnya besarnya normal, bagi wanita yg telah memiliki anak.

Setelah Danu tuntas melepas air seninya dia diminta masuk berdiri di bak mandi, dan toilet diduduki Leni. Terderngar desiran suara pipisnya. Dia tanpa malu melepas saja hajatnya.

Keduanya berada di dalam bath tb sambil berdiri. Leni mengatur kehangatan air di shower lalu membilas dari leher sampai ke bawah. Sabun cair diusapkan ke
seluruh tubuh. Tangan Leni berhenti dan agak lama bekerja di bagian kemaluan Danu.

Perlakuan itu membuat k0ntol Danu makin tegang, namun belum mencapai 100 persen. Danu diminta Leni telentang di
dalam bath tab yg tdk digenangi air. Badan Leni juga penuh dengan sabun. Leni lalu menindih Danu. Kedua tubuh mereka licin karena sabun. Leni bergerak- gerak di atas tubuh Danu Teteknya yg besar dan kenyal menekan dada Danu sementara di bawah rimbunan jembut seperti menyikat sekitar kelDanu Danu.

Gerakan Leni ini sangat mahir, sehingga k0ntol Danu tdk sampai terpelest masuk ke dalam celah memek. Danu lalu diminta telungkup dan Leni kembali melakukan body massage. Punggung Danu terasa nikmat ditekan dan diuyel-uyel oleh kekenyalan payudara Leni. Di pantatnya juga terasa geli dan nikmat disikat oleh jembut lebat.

Leni lalu mengambil posisi di bawah Danu yg masih telungkup. Posisi kepala berlawanan arah dan Leni menggesek-gesekkan jembutnya di sekitar kelDanu Danu. K0ntol Danu sudah menegang sempurna.

Leni mengajak Danu berdiri dan mereka berdua membilas tubuh sampai bersih dari sabun dan Leni dengan sabarnya mengeringkan dengan handuk dan melilitkan handuk ketubuh Danu. Leni juga melilitkan handuk tetapi tdk menutupi tetek gedenya. Pemandangan sangat
menarik melihat tetek besar gondal-gandul ketika berjalan. Rasanya Danu tdk sabar ingin langsung meremas.

Tetapi keeinginan itu ditahannya, karena dia sudah berjanji kepada dirinya ingin mengikuti skenario Leni. Danu dibaringkan dan handuknya dilepas. Danu tidur dengan k0ntol mengacung ke atas. Leni juga membuka handuknya Mereka berdua sudah bugil dan AC di kamar sudah dimatikan untuk mengurangi rasa dingin. Leni melancarkan pijatan, tetapi bukan memulai dari kaki atau dari bahu.

Tangannya langsung menjamah daerah kemaluan Danu. Beberapa simpul saraf di sekitar kelDanu di tekan-tekan. Ada yg mengakibatkan rasa syur, tetapi ada juga yg terasa sakit.

Leni berkomentar menjelaskan semua pijatannya itu. Dia mengatakan bagian simpul saraf ini untuk membuat laki-laki tahan lama. Kalau pemijatannya tepat, laki-laki bisa bertahan satu jam, katanya.

Lalu bagian lain disebutkan untuk
meningkatkan kekerasan. Dengan kekerasan yg super, maka k0ntol akan menjadi bertambah besar. Danu memang merasa bahwa sekujur kulit k0ntolnya menjadi mengkilat, karena k0ntolnya memang sangat berkembang bertambah besar dan panjang.

Panjang k0ntol Danu normal saja sekitar 15 cm, tapi kini tampaknya menjadi lebih panjang dan besar. Pijatan tdk saja di sekitar kelDanu tetapi juga dibagian paha dalam, lalu di bagian pantat. Rasa nikmatnya luar biasa, tetapi meski begitu, tdk ada terasa sperma ingin keluar. Danu hanya merasa k0ntolnya makin keras dan penuh.

Kepiawai Leni tdk hanya pijatan tangan, tetapi lidah dan giginya juga ikut bermain. Dia menjilati, bagian di bawah kantong zakar yg berdekatan dengan lubang dubur.

Rasa geli dan nikmat luar biasa sampai tanpa sadar Danu mengerang. Leni juga menggigit sebelah dalam paha Danu sampai tdk terasa sakit.
Setelah kelaki-lakian di kerjai, Leni lalu membereskan kebugarannya. Danu disuruh telungkup dan dia menggarap simpul-simpul saraf di sepanjang tulang belakang.

Rasa nikmat dan sakit bercampur menjadi satu dan datang silih berganti. Belum pernah seumur hidup Danu merasakan pijatan yg demikian ahli.
“Pak ini untuk meningkatkan kebugaran, jadi bapak tahan tiarap dan main terus selama 2 jam tanpa pinggang sakit.” kata Leni.

Danu tdk membantah, kecuali percaya saja. Selain itu memang pijatannya nikmat sekali. Sekitar 90 menit terapi ku selesai.
“ Pak mari kita coba hasil pijatan saya,” kata Leni.

Dia minta Danu telentang dan rileks. Leni berada di atas dan membimbing k0ntol yg sudah sangat keras masuk kedalam memeknya. Luar biasa memang memek si Ibu ini, Meski usianya tdk muda lagi tetapi memeknya masih terasa menggigit.
“ Bapak diam saja ya, rileks, biar saya yg atur,” kata Leni.

Danu lalu merasakan kemutan memeknya yg bergelombang seperti memijat sekujur k0ntolku. Leni tdk bergerak, dia hanya telungkup diatas tubuhku, hanya lubang memeknya saja yg bekerja melakukan gelombang pijatan di sepanjang
k0ntolku. Leni mengubah posisinya dengan jongkok di atasku. Dia kembali melakukan pijatan memek dengan variasi gerakan tubuhnya. K0ntol Danu rasanya seperti diperas habis.

Sudah 30 menit melakukan, meski nikmat Danu masih mampu bertahan. Sementara itu Leni melalui kreasinya sendiri dia mencapai orgasme sudah dua kali. Posisi berubah lagi dan Danu yg menindih tubuhnya. Danu kembali diminta diam dan rileks di atas tubuhnya. K0ntolnya merasakan luar biasa nikmatnya. Karena Danu rileks maka setiap gerakan memeknya bisa dirasakan sepenuhnya. Namun Danu lama-lama tdk bisa tahan emosi juga.

Sudah hampir 60 menit Danu bermain dengan pijatan memek tetapi tdk terasa juga akan orgasme. Danu memainkan peranan dan melakukan gerakan cepat dan kasar mengenjot, Leni.

Ibu cantik ini mengerang dan menjerit silih berganti karena dikasari begitu, Danu pun merasa makin sedap sampai sekitar 30 menit Danu embat memeknya dengan gerakan lari cepat, nafas Danu masih mendukung, pinggang tdk terasa pegal.
Benar juga kata Leni tadi.

Danu sama sekali tdk merasa cape. Namun yg tdk bisa dikuasai adalah rasa bosan. Karena sudah melakukan gerakan 40 menit masih juga belum bisa muncrat, akhirnya Danu berusaha memanipulasi otaknya dan berusaha merasakan seluruh kenikmatan lalu konsentrasi.

Benar juga Danu akhirnya mengalami ejakulasi yg luar biasa nikmatnya. Sperma disempotkan di dasar memek Leni sampai tuntas ejakulasinya. Ada handuk di bawah sehingga lelehan sperma tdk sampai mengotori sprei. Danu tidur berbaring di sebelah Leni.
“ Bagaimana Pak,”, tanyanya.

Danu harus mengakui hasil pijatan Leni yg memang luar biasa. Rasanya ingin dipijat tdk hanya sekali ini saja. Keduanya lalu membersihkan diri dan isitrahat dibawah selimut sambil bugil.

Danu lupa bahwa ada Ajeng. Itu juga karena Leni yg mengarahkan Danu beristirahat sambil telanjang di bawah selimut. Leni mendekapdirinya sambil kulitnya bersentuhan.

Danu terkejut ketika Ajeng sudah berada di depan ranjang . Leni tampak tenang-tenang saja. Danu berpikir bagaimana menyelamatkan ketelanjangannya dari pandangan Ajeng. Belum sempat menemukan cara.

Ajeng tiba-tiba menyibakkan selimut sehingga terlihat ibunya yg bugil memeluk Danu yg juga bugil. Pasrah, hanya itu yg harusdilakukan. Seperti tadi Danu akan mengikuti skenario mereka. Ajeng tdk berkomentar lalu kembali menutup selimut. Dia ke kamar mandi dan kembali dengan pakaian daster, lalu ikut masuk ke dalam selimut tidur disebelah Danu.

Pejabat negara itu sekarang diapit oleh ibu dan anaknya. Apa pun yg dipikirkan tdk bisa dipecahkan bagaimana Leni mengelola anaknya sehingga bisa keduanya memeluk tubuh Danu dan ibunya telanjang pula.

Ibunya tdk jelek, bahkan termasuk idaman banyak pria, Ajeng cantik juga. Dari sepintas cerita, Leni mengemukakan suDanuya ada main dengan wanita lain. Ini mengecewakan sehingga dia minta cerai.

Danu tdk bisa tidur, sementara Leni di sebelah kanannya sudah mendengkur halus, Ajeng pun pulas . Danu sulit bergerak karena 2 perempuan ini memeluk dirinya. Jika dua perempuan ini tdk ada kaitan family, lebih masuk akal menceritakannya. Menjadi sulit diterima akal karena mereka adalah ibu dan anak kandung. Setelah sejam, Leni bangun.

Dia berlari-lari kecil ke kamar mandi dan melepaskan hajat kecilnya. Lucu juga melihat dia
lari tadi. Karena dalam keadaan bugil,maka tetek besarnya bergegar ke kiri dan kanan.

Dia balik ke bed lalu duduk bersimpuh di samping. Disingkapnya selimut. Terlihat k0ntol yg sedang tergeletak lemas. Tubuh bugilnya masih dipeluk Ajeng. Leni menanyakan bagaimana rasa sesudah dia pijat. Danu mengakui secara jujur bahwa pijatan di simpul- simpul syaraf memang luar biasa. Danu pun tanpa tedeng-aling-aling mengakui kehebatan permainaannya. Ajeng tiba-tiba menyambar,
“Enak ya yah, Ibu jago sih” katanya.

Leni mengatakan akan menyempurnakan pijatannya. Kembali kelDanunya dipijat, ada bagian tertentu dicubit, ada pula yg digigit dan dijilat.
Semua itu dia lakukan tanpa rasa rikuh di depan anaknya.

Rasa geli yg kadang timbul, kata Leni untuk mengaktifkan syaraf, demikian juga cubitan yg kadang ada rasa sakit ada pula yg menggelikan. Sekitar setengah jam terapi itu dilakukan, k0ntolnya menjadi tegak mengeras sempurna. Leni memerintah anaknya untuk mengulum k0ntol itu, dan dia menunjukkan bagian-bagian yg harus digigit dan bagian mana pula yg harus dijilat.

Danu merasa terbang merasakan nikmat yg luar biasa oleh terapi mereka. Leni lalu memerintahkan Ajeng memasukkan k0ntol ke memeknya dengan posisi Ajeng berjongkok di atas. Dengan segera Ajeng melakukannya tanpa rasa malu pada ibunya. Berbagai instruksi diberikan oleh Leni kepada anaknya .

Pengarahan itu memang menghasilkan kenikmatan yg luar biasa. Meski begitu Danu masih bisa bertahan.

Sekitar 30 menit Ajeng sudah mengendarai dan dia kayaknya sudah dua kali mencapai orgasmenya. Ajeng minta izin ibunya untuk menyudahi, karena badannya rasanya lelah sekali setelah 2 kali orgasme. Posisi Ajeng langsung digantikan
oleh ibunya.

Luar biasa dalam waktu jeda tdk sampai 1 menit Danu sudah merasakan 2 memek berbeda milik ibu dan anak kandungnya. Sensasi langka yg sulit dibaygkan. Permainan ibunya memang lebih hebat dan nikmat.

Terasa sekali totalitas permainan sexnya Danu tdk ingat waktu dia bermain di atas berapa lama, tetapi yg diingat dia sudah orgasme 3 kali di atas. Danu membalikkan posisi dan menggenjot cepat terus menerus. Leni mengerang dan menjerit tanpa dia sadari.

Entah berapa kali dia dilanda orgasme sampai akhirnya Danu nyampe juga setelah konsentrasi
penuh. Siang malam selama menginap di hotel di Nusa Dua Bali Danu hampir terus menerus ngentot saja kerjanya.

Danu heran, mengapa stamina dan nafsunya bisa begitu kuat. Padahal jika di rumah untuk seminggu sekali saja sudah termasuk bagus. Karena sering kali hanya sekali dalam 2 minggu. Anak dan ibu sudah tdk ada beda.

Danu menggarapnya tanpa rasa sungkan dan tanpa tedeng aling- aling . Ngentot ibu di depan anaknya atau sebaliknya atau gonta-ganti nyelupin k0ntol. Danu kembali ke Jakarta dengan rasa yg puas, bahkan sampai di rumah pun aku masih mampu memberi jatah.

Istri agak heran , kenapa Danu begitu bernafsu dan mainnya bisa lama. Istrinya sampai kewalahan menghadapi permainan itu.
Semula Danu sudah khawatir jika aku dijadikan sapi perah oleh Leni dan Ajeng. Nyatanya setelah 2 bulan kecurigaannya itu tdk terbukti. Mereka tdk pernah meminta, malah Danu saja yg berinisiatif mengirim.

Jika Danu rindu oleh permainan mereka kadang-kadang Danu yg meminta mereka datang ke jakarta.

Cerita berikutnya bukan dia ingin berlebihan bercerita, tetapi ini kenyataan aneh yg dialami, sehingga rasanya perlu juga diceritakan. Danu tdk memaksa pembaca percaya, karena dia sendiri tdk bisa membuktikannya. Namun cobalah telusuri terus cerita ini. Danu kan terbiasa chating dengan Ajeng dan Leni.
Suatu kali akun Ajeng dipakai adiknya. Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Silvia.

Danu meladeni seadanya. Dari wajah di web cam, terlihat anak ini masih imut, karena memang baru kelas 1 SMA. Kata dia umurnya baru 15. Dia memanggil Danu juga dengan sebutan ayah. Lucunya dan ini aneh, dia menawarkan dirinya untuk dipakai juga. Danu tentu saja menolak. Apa kata dunia jika dia main sama anak di bawah umur.

Danu mengaku ngeri membaygkan risikonya. Danu mengira keinginannya itu hanya kebutuhan materi dan dia kurang pertimbangan. Namun nyatanya dia serius. Sebab dia mengadu kepada ibunya soal penolakan itu.

Ibunya bukan melerai, malah ikut menyodorkan . Parahnya lagi ini anak masih virgin. Ya karena memang masih terlalu muda. Danu membuang jauh-jauh keinginan itu, meskipun ibunya dan kakaknya merestui. Ah bagaimana pun Danu mengaku harus mengekang keinginan itu.

Sponsor : Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT.