Breaking

Friday, March 31, 2017

Cerita Pengalaman Bercinta Dengan Teman Istriku

Cerita Pengalaman Bercinta Dengan Teman Istriku

Cerita Pengalaman - Tempat fitness saya cowok dan cewek dicampur, biasanya sih para cewek hanya ikut aerobik-nya saja. Jarang ada yang ikut angkat-angkat beban. Takut gede kali, ya! Padahal terus terang saya suka sama cewek yang berbody seperti XENA The Prince of Warrior (tau, khan ?). Nnaahh…kejadian ini berlangsung pada pertengahan 1998 . Saat itu hari Selasa, seperti biasa sepulang dari kantor, saya pergi ke tempat fitness. Agen Poker

Agen Domino99 - Hari itu ada 2 orang cewek baru ( maklum…karena hampir setiap hari ke tempat fitness, jadi hafal mana member lama dan mana member baru), 1 orang berbody agak gemuk, manis dan yang satunya lagi berbodi kecil dengan payudara yang kecil, yah berukuran 32 -an dan berwajah imut dengan rambut lurus sebahu.
Singkat cerita, saya berkenalan dengan keduanya.

Agen Capsa susun - Si cewek yang berbody agak gemuk, bernama Dhea ( nama samran ) menanyakan bagaimana mengecilkan dan mengencangkan badan, sedangkan cewek yang berbody kecil bernama Rena (nama samaran ) ingin agar payudaranya bisa besar dan kencang juga pantatnya agar naik dan padat. Yah…saya ajarin saja.
Usai fitness kami ngobrol ngalor ngidul.

Agen BandarQ - Mereka bekerja di suatu hotel, Dhea di bagian keuangan sedangkan Rena di bagian marketing. Ternyata Rena kost yang lokasinya berdekatan tempat kost saya. Seminggu kemudian, selesai fitness Rena mengajak main ke tempat kost-nya.

Suasana kamarnya kost-nya cukup nyamank, tempat tidur busa-nya hanya digelar di atas lantai yang dihampari permadani berwarna biru muda ditutupi dengan bed cover berwarna pink lembut. Di pojok ada lemari es kecil, terus ada televisi 30 inch dan VCD Player. Pokoknya apik penataannya, sehingga membuat betah - .Agen AduQ

Agen Sakong - Tempat kost-nya campur cowok ama cewek. Dia bercerita kalo Dhea itu suka sama saya dan nitip salam buat saya. Saya hanya tersenyum kecil, lalu saya bilang
“Tolong sampaikan salam kembali sama Dhea, terima kasih telah menyukai saya. Tapi mohon ma’af, kalo Dhea bukan cewek tipe saya”. Terus si Rena nanya
“Emangnya tipe cewe Mas, yang seperti apa sih?”. Saya jawab,
“Saya suka cewe yang bertipe seperti si Xena”. Dia hanya menjawab,
“Oooh…!!”. Saat itu setelah ngobrol ngalor ngidul, saya pamit untuk pulang.

Bandar Poker - Tidak terjadi “ hal-hal yang diharapkan”. Pokoknya hampir setiap ketemu dengan Rena selalu menyampaikan salam dari Dhea.
Sebulan kemudian, saat setelah selesai fitness hujan turun dengan deras. Sambil menunggu hujan agak reda saya dengan Rena ngobrol ngalor ngidul. Hari itu Dhea tidak fitness karena ada kerja lembur, maklum akhir bulan. Saat itu jam menunjukkan pukul 21 :15 dan hujan mulai agak reda.
“Mas, pulang yuk !”, sela Rena.
“Ayo!”, sahutku.
“Tapi anterin Rena, yah!”, rengek Rena.

Saya cuma memberikan anggukan. Sesampainya di tempat kost Rena. Sebelum masuk kamarnya, Rena menawarkan minuman,
“Mau minum apa Mas, yang dingin atau yang hangat?”. Saya jawab,
“Kalo ada kopi, boleh juga tuh !”.
Lalu setelah menyajikan Kopi, Rena bilang,
“Saya mau mandi dulu ya, Mas?”.
“ Silahkan!”, sahut saya.

Sambil menunggu Rena mandi saya keluarkan rokok, terus saya nyalakan. Nikmat sekali, apalagi ditemani dengan secangkir kopi panas. Rena masuk kembali dengan rambut yang masih basah dengan memakai celana pendek yang agak longgar dan t- shirt ngatung warna putih.

Kelihatan sekali paha putihnya dan juga buah dada yang walaupun kecil tapi kelihatan menantang, karena ternyata si Rena tidak memakai BH.
“Wah…enak lho, Mas! Abis mandi segerr…”, kata Rena.
Terus Rena menawarkan,
“Mas mau mandi, nggak?”. Karena memang penat setelah berbody building, aku jawab
“Mau…dong…!”. Selesai mandi, saya hanya mengenakan celana pendek dengan handuk dikalungkan di leher.

Pas saya masuk ke kamar, Rena agak gugup.
“ Kenapa sih?”, kataku. “Ah…enggak…”, sahut Rena.
Dan saya lihat ternyata Rena sedang menonton VCD, entah film apa yang ditonton. Terus saya tanyakan,
“Film apaan sih?”. Setelah saya lihat ternyata film Kamasutra. Terus saya bilang,
”Kenapa dimaRenan?”. Sambil tersipu (menjadikan tambah imut) Rena mengguman,
”Abiss…malu sih?”. Akhirnya, saya nyalakan kembali VCD tersebut.
“ Kamu suka juga yah nonton VCD BF?”, kataku.

“Emmhh…baru pertama, koq!”, guman Rena.
Selanjutnya kami asyik menyimak film tersebut, kami duduk agak berjauhan. Rena menyender di tembok, sedangkan saya ber-sila.Saya lihat Rena tidak enak duduk, sebentar-sebentar dia ganti posi duduk, asalnya selonjoran, terus sila, terus kedua kakinya diangkat dengan dagu ditempelkan.

Tiba-tiba Rena mengguman lirih,
”Maasss…sini dong? Rena kedinginan, nih!”. Saya tidak menyangka akan hal ini, walaupun memang ini yang diharapkan.
He…he…he… Saya terus mendekat kepadanya, sehingga kami bersandar di tembok. Rena langsung merebahkan kepalanya ke dada saya. Saya jadi kaget untuk yang kedua kalinya.

Untung tidak jantungan. Untuk yang ketiga kalinya saya dibikin kaget oleh Rena,
”Mas…ganti dong Film-nya, terlalu banyak ngobrolnya. Tolong ambilin di lemari kecil itu”, sambil menunjuk ke arah lemari yang dimaksud.
Terus saya beranjak ke arah lemari tersebut, dan saya jadi kaget lagi untuk yang kesekian kalinya.

Ternyata dalam lemari tersebut ada sekitar 10 buah VCD BF. Saya ambil semua, saya serahkan sama Rena. Terus Rena mengambil satu yang berjudul The Phoneix. Saat itu jam 23 :15 .

Setengah jam setelah nonton, saya lihat Rena makin gelisah. Sambil tetap saya peluk, saya lihat tangannya mengusap-ngusap pahanya, naik sampe ke arah memeknya. Demikian terus menerus. Melihat kegiatan yang Rena lakukan, maka saya pun jadi konak.

Tangan saya yang sedang meluk Rena, bergeser turun ke arah buah dadanya, agak ragu juga sih. Tapi begitu tangan saya sampe di buah dadanya, si Rena malah makin membusungkan dadanya.

Tangan saya masuk dari bawah kaosnya merayap ke arah buah dada sebelah kiri. Saya remas pelan, terus saya raba putingnya yang sudah mengeras, saya pelintir- pelintir pelan. Rena menaikkan pinggulnya, sambil mendesah,
”Ooohhh …. Mmhhaasss ….”.

Saya yang mendengar desahan tersebut makin konak saja. Posisi saya dengan kaki berselonjor dan Rena duduk di depan saya diantara ke dua paha saya. Menjadikan saya lebih leluasa untuk meremas buah dadanya. Tangan kiri saya masih terus meremas buah dada yang kiri, sedangkan tangan kanan saya mencoba membuka t- shirtnya.

Ternyata Rena mengerti apa yang saya kehendaki. Sekarang bagian atas Rena sudah toples, saya lihat buah dadanya yang kecil tapi indah dengan puting berwarna agak kecoklatan dan sudah mengeras, ditambah dengan kulitnya yang kuning langsat.

Melihat pemandangan seperti itu dari arah belakang atas punggungya menjadikan saya makin bertambah nafsu untuk menjadikan Rena lenih terangsang.
Cerita Mesum Rena Gadis Cakep
Cerita film sudah tidak disimak lagi, malahan kami yang sekarang sedang beradegan.

He…he…he… Setelah yang kiri, tangan saya beralih ke arah buah dada yang kanan. Tangan kanan saya merayap mengusap pahanya, terus beralih ke arah memeknya yang masih ditutupi celana pendeknya. Saat tangan kanan saya meraba memeknya, sambil bersandar ke dada saya, pinggul Rena dinaikkan, sambil mendesah,
“Aaahhh … aaahhhhh ……. Oooohhhhhh …”.

Terus tangan kanan saya naik ke arah perutnya, pas di pusarnya saya elus-elus, terus menyelinap ke dalam celana pendeknya, saya raba lagi memeknya yang masih dibungkus dengan CD satinnya. Tangan saya gosokan naik turun di antara celah memeknya. Rena makin melentingkan pinggulnya.

Karena ditempat kost, Rena hanya mendesah
“Aahhhh … ooohhhhhh …. aaaaahhhh …”. Tangan kanan saya lalu menyusup ke arah memeknya melalui celah- celah CD-nya dekat pangkal paha, dan memang sudah basah. Terus saya cari Clit-nya, yang sudah menonjol keluar, sehingga memudahkan untuk menggosoknya. Saya usap pelan-pelan, makin lama saya gosok makin cepat. Pinggul Rena makin melengking dengan raut wajah yang sudah sangat terangsang. Rena hanya bisa mengeluarkan desah,
“ Aauuuhhhhhhh ….. oooohhhhhhh …..”.

Makin lama jari tangan kanan saya pasif, yang aktif makin keras adalah goyangan pinggul Rena, naik turun makin cepat. Dan akhirnya Rena sampai pada klimaksnya kedua tangannya memeluk bahkan hampir mencekik leher saya, sambil berteriak lirih,
“ AAAAUUUHHHHH ….. MMMHHHAAASSSSS ……OOOOOHHHH…”. Tubuhnya lemas bersandar di dada saya. Sambil kepalanya tengadah, saya kecup bibirnya.

“Terima kasih, Mas…”, ujarnya lirih. Saat itu sudah jam 24 :30 .
Saya pamit untuk pulang. Sejak saat itu kami selalu melakukan hal yang sama, tetapi tidak sampai Coitus.

Karena saya pernah mencoba melakukan Coitus, tetapi Rena tidak mau. Dan kebetulan Rena suka mengulum batang kemaluan saya.
Maka dalam melakukan percumbuan, timbal baliknya adalah setelah Rena orgasme, gantian Rena yang mengulum batang kemaluan saya. Dalam melakukan percumbuan, tidak mesti saya melakukan Coitus.

Saya merasa puas dan senang bila cewek tersebut terpuaskan oleh saya.
Saya sangat menyukai bila melihat wajah cewek yang lagi konak dan orgasme, juga mendengar desahan cewek yang sedang konak dan pada saat mencapai klimaks. Biasanya kalau saya melalukan Coitus, melihat-lihat dulu siapa ceweknya. Kalo ternyata ceweknya sudah terbiasa melakukan Coitus, ya…saya akan melakukan Coitus.
Sponsor : Jika ingin taruhan online seperti permainan Poker | Domino | Capsa | Blackjack | Togel | Casino | Sabung Ayam | Bola Untuk info lebih lanjut silahkan hub cust service kami via LIVECHAT.