Breaking

Saturday, May 13, 2017

Cerita Pengalaman Ngentot Dengan Suster Cantik Yang Montok

Cerita pengalaman Sedarah, Cerita Pengalaman Sekolah, Cerita pengalaman Selingkuh, Cerita pengalaman suster, Cerita Pengalaman Tante, Cerita Pengalaman Bersama Teman.

Cerita Pengalaman Ngentot Dengan Suster Cantik Yang Montok

Cerita Pengalaman Ngentot Dengan Suster Cantik Yang Montok - Pada saat itu Saya turun dari tempat tidur saya dan menghampiri Diva. Saya cium bibirnya dan Diva membuka baju, saya praktis telanjang bulat. Diva lalu membuka baju seragamnya dan menurunkan BHnya lalu mengangkat roknya dan celana dalamnya ditarik kebawah kakinya.

Kami berciuman dengan penuh gairah Diva sangat pinter ciuman itu sangat membuatku suka. Saya menuntun Diva ke sofa, saya duduk disofa dan Diva duduk dipangkuanku menghadap saya. Saya mencium buah dadanya yang besar.

Diva  mendesah dengan nikmat. Ia mengangkat pantatnya dan menuntun kontol saya kearah vaginanya. Vaginanya yang sudah basah membuat kontol saya masuk dengan mudah. Diva mendongak sambil memejamkan matanya menikmati kontol saya.

Ia menggoyangkan pinggulnya naik turun dan memutar-mutarnya. Kontol saya terasa seperti ditarik dan diremas bersamaan. Nikmat sekali. Payudara Diva bergoyang-goyang dimuka saya dan langsung saya sambar putingnya dengan gigiku dan menggigitnya.

Dengan penuh gairah Diva memainkan kontolku dalam vaginanya. Bibirnya ia gigit agar tidak sampai berteriak. Saya sendiri berusaha menutup mulut saya dengan membenamkan kepala saya di buah dada Diva .


“Sshh.. Enak Arthur, enak sekali” ujar Diva mendesis.

Bagaikan kuda liar, Diva terus mengayun-ayunkan pantatnya. Keringat menetes dengan di kening dan dadanya. Wajahnya yang cantik terlihat semakin cantik meluapkan gairah didalam dirinya. Saya melirik ke bagian bawah perutnya, terlihat bulu kemaluannya yang agak lebat. Biasanya saya sedikit turn-off melihat wanita yang bulu kemaluannya lebat tapi kali ini gairah saya tidak padam malah semakin membara.

Tanpa mengeluarkan kontol saya atau mengubah posisi ML, saya mengangkat Diva . Diva memeluk saya dan kakinya melingkar di pinggang saya. Saya baringkan Diva di sofa, Diva menekuk kakinya lalu merapatkannya sehingga kontol saya terasa semakin rapat di vaginanya. Saya mulai menggenjot vagina Diva . Saya condongkan dada saya sehingga menyentuh dengkul Diva. Mata Diva tidak lepas dari mata saya.

Tangan kanan saya meremas payudara Diva  sedangkan tangan kiri saya meraih ke anus Diva dan memainkannya. Diva mendelik saat saya memasukkan jari tengah saya ke anusnya, perlahan tangan kanannya meraih jari saya danmenariknya keluar

“Jangan sayang, sakit” ujar Diva.


Saya terus menggenjot Diva dengan penuh gairah. Divameremas-remas payudaranya sendiri sambil memejamkan matanya. Tak lama kemudian saya merasakan akan ejakulasi.

“Mau keluar Diva

v langsung menurunkan kakinya sehingga kontol saya tercabut dari vaginanya, ia duduk lalu meraih kontol saya. Kontol saya langsung diremas dengan gemas dan dimasukkan ke mulutnya. Tangan kanannya meremas-remas biji sedangkan tangan kirinya memegang batang kontolku. Saya memegang kepala Diva dan menekan-nekan kepalanya sehingga kontol saya terasa masuk lebih dalam kedalam mulut Diva .

Kontol saya langsung memuntahkan peju kedalam mulut Diva yang mungil. Peju saya terlihat memenuhi mulut Diva sehingga ia terpaksa mengeluarkan kontol saya dari mulutnya dan menelan peju saya kemudian menjilat sisa peju yang turun di batang kontol. Kontol saya langsung bersih dijilat.

Saya sebenarnya masih penasaran belum menjilat vagina Diva , tetapi Diva cepat-cepat memakai bajunya dan membereskan rambutnya. Keringat di dahinya ia lap dengan tissue. Kemudian ia mengambil bolpen dan menulis alamat dan nomor handphonenya.

“Saya off-duty hari Senin. Kamu pasti boleh pulang besok. Tapi nanti dokter akan minta kamu istirahat beberapa hari. Datang aja ya ke kost saya hari Senin” kata Diva. Saya cium bibir Diva dan Diva bergegas keluar.

Sabtu

Hari Sabtu saya akhirnya boleh pulang dan persis seperti yang dibilang Diva , saya diminta untuk istirahat dirumah sampai hari Rabu.

Senin

Jam 9 pagi saya sudah tiba di tempat kost Diva , sebelumnya saya sudah menelepon Diva untuk datang kesana. Diva telah menunggu diruang tamu tempat kostnya. Ia mengenakan celana pendek warna coklat dengan kaos lengan buntung yang ketat.

“Hai, akhirnya datang” seru Diva dengan senang. Diva langsung mengajak saya ke kamarnya. “Kangen dengan Diva ” kata saya sambil mencium bibirnya. “Iya, saya kangen juga, masih penasaran dengan kontol kamu” jawab Diva sambil ciuman.


Saya membuka kaos dan celana pendek Diva . Tampak celana dalam model g-string berwarna hitam dikenakan Diva . Diva lalu gantian membuka baju dan celana panjang serta celana dalam. Kemudian Diva jongkok didepan saya lalu mulai menghisap kontolku.

Selang beberapa menit menghisap kontol, saya meminta Diva berdiri lalu saya baringkan ditempat tidur. Saya cium payudaranya sambil tangan kanan saya mengelus vaginanya dari balik celana dalam.

Diva memejamkan matanya menikmati kenikmatan yang saya berikan. Putingnya secara gantian saya hisap dan gigit lalu saya turun ke perut Diva . Diva menjerit geli saat saya gigit perutnya.

Dengan tak sabar saya mulai mencium vaginanya dari balik celana dalamnya, kemudian saya tarik celana dalamnya sampai ke dengkulnya. Wah ternyata Diva telah mencukur bulu kemaluannya sehingga terlihat tipis dan rapih, beda dengan malam sebelumnya yang bulu kemaluannya terlihat lebat.

Saya jilat vaginanya yang berwarna merah, klitorisnya yang besar tidak luput dari gigitan saya. Diva menjerit-jerit kecil menerima gigitan-gigitan di klitorisnya. Saya membalikkan tubuh Diva lalu membuat posisi doggy style.

Diva nungging didepan saya, pantatnya yang mungil saya remas dengan keras lalu saya minta Diva membungkuk lebih dalam sehingga anusnya terlihat. Saya jilat anusnya, Diva menggelinjang kegelian. Kemudian saya mulai mengarahkan kontol kedalam vagina Diva .

“Aahh, enak Arthur, enak sekali. Terus sayang. Lebih keras” pinta Diva .

Vagina Diva terasa hangat dan basah. Saya memegang pantatnya dan menggenjot vagina Diva  dengan penuh nafsu. Diva mendesis-desis sambil memutar-mutar pantatnya. Setiap kali Diva memutar pantatnya, kontol saya terasa seperti ditarik lebih dalam divaginanya. Entah bagaimana caranya dia bisa melakukan itu. Saya memejamkan mata menikmati pijitan kontol saya dalam vagina Diva .

Diva kemudian meluruskan kakinya sehingga tubuhnya rata dengan kasur, saya terpaksa harus menurunkan badan saya dan menindih tubuh Diva dari belakang. Tapi dengan gaya ini, kontol saya terasa semakin sempit memasuki vagina Diva  karena dihimpit oleh paha Diva .

Tidak lama kemudian saya ejakulasi. Saya melenguh dengan keras dan tubuh Diva ikut mengejang pertanda ia juga orgasme. Saya lalu menindih tubuh Diva tanpa mengeluarkan kontol saya. Diva kemudian memutar tubuhnya lalu gantian menindih dada saya. Kami saling berciuman dan istirahat.

“Arthur, mau nggak kalau ada variasi?” tanya Diva . “Variasi seperti apa?” tanya saya balik. “Ada orang ketiga” sahut Diva . “Siapa?” “Namanya Desi, dia suster juga tapi kerjanya di lantai 2 dirumah sakit yang sama” “Boleh aja, sekarang?”

“Bisa, tinggal telepon dan nanti dia datang dari kamar sebelah” “Hah? Dia disebelah? Cantik nggak?” tanya saya bertubi-tubi. Kalau nanti yang datang suster yang mau mandiin saya waktu hari Jum’at pagi kan repot, pikir saya dalam hati. “Cantik, jangan takut deh. Dia satu kost dengan saya” jawab Diva sambil meraih handphonenya.

Rupanya Diva  telah bercerita kepada temannya mengenai persetubuhan kita di rumah sakit. Dan lebih mengejutkan lagi, Desi ini juga sering bersetubuh atau setidaknya oral sex dengan pasien.

Hmm, nakal juga suster-suster ini, pikir saya dalam hati. Dalam waktu kurang dari semenit, Desi mengetuk kamar Diva dan dibukakan oleh Diva . Wajah Desi boleh juga walaupun tidak secantik Diva .

Desi memakai daster bercorak bunga-bunga dengan warna mencolok khas dari Bali. Dari balik dasternya tampak buah dadanya yang tidak disangga BH. Saya masih berbaring di tempat tidur dengan telanjang dan mata Desi langsung tertuju ke kontol saya.

“Halo Desi” kata saya untuk menghilangkan kecanggungan. “Halo Arthur” sahutnya dengan sedikit malu.

Diva  berdiri dibelakang Desi lalu membuka daster Desi. Desi langsung telanjang bulat. Desi tersenyum malu lalu mendekat kepada saya. Saya meremas payudaranya yang tidak sebesar Diva tapi bulat dan kencang.

Pantat Desi sedikit lebih besar dari Diva , bulu kemaluannya terlihat tercukur tipis dan rapih. Desi meraih kontol saya dan mengelusnya. Kemudian ia membungkukkaan tubuhnya dan mulai menghisap kontol saya, saya raih pantatnya dan menariknya kearah muka saya sehingga kita dalam posisi 69.

Diva tampak mengambil handycam dan mulai merekam adegan saya dan Desi. Dengan gemas saya jilat vagina Desi, tercium bau sabun yang wangi. Desi membalas dengan menghisap kontol saya sambil meremas bijiku.

Puas ber-69, saya minta Desi tetap nungging lalu saya masukkan kontol saya ke vaginanya. Vaginanya tidak sesempit Diva tetapi begitu kontolku masuk langsung terasa vaginanya berdenyut-denyut di kepala kontolku. Desi saya genjot dengan penuh gairah.

Diva merekam setiap adegan sambil tangan kirinya mengelus vaginanya sendiri. Desi mengikuti irama goyangan saya dengan menekan pinggulnya dengan keras kepinggul saya sehingga kontol saya masuk lebih dalam ke vaginanya.

Diva kemudian meletakkan handycamnya di meja dengan posisi lensa mengarah kami, kemudian ia berlutut dibelakang saya lalu memelukku. Tangan kanannya meremas-remas biji saya. Rangsangan yang diperoleh dari Diva membuat saya menggenjot Desi semakin keras.

“Oohh.. Terus Arthur, terus Arthur.. Saya mau keluar” jerit Desi dengan keras.

Tubuh Desi mengejang dan terasa vaginanya Desi menjadi sangat becek. Desi langsung tengkurap dengan lemas dikasur. Wah belum apa-apa udah lemas, saya berkata dalam hati.

Langsung saya tarik si Diva dan masukkan kontolku ke vaginanya. Diva membuka kedua kaki dengan lebar dan menerima kontol saya dalam vaginanya. Saya meremas-remas buah dadanya dengan nafsu sambil menggenjot kontolku yang belum tuntas tugasnya.

Saya melirik ke Desi dan ia kelihatannya kembali bergairah. Ia jongkok diatas muka Diva dan Diva langsung melahap vagina Desi. Desi melenguh setiap kali lidah Diva menyapu vaginanya. Saya mencium bibir Desi dan kita saling berpagutan.

Setelah menyetubuhi Diva selama 10 menit, peju saya terasa mau keluar. Langsung saya cabut kontol saya dan menyodorkannya ke mulut Desi. Desi menerima dengan senang dan menghisap dan menelan peju saya. Diva sendiri masih asyik menjilat vagina dan anus Desi.

Saya terkulai ditempat tidur, Desi rebahan disebelah kiri dan Diva disebelah kanan. Diva memutar video adegan seks tadi. Sepanjang hari, kami bertiga terus bersetubuh dengan posisi yang berbeda.

Kadang-kadang gantian saya yang meng-handycam Desi dan Diva yang ber-69 dan berciuman. Three-some yang sangat eksotis. Tubuh saya langsung terasa sehat dan segar.
TAMAT