Breaking

Friday, May 19, 2017

Cerita Pengalaman Ngesex Dengan Wanita Yang Aku Cinta

Cerita pengalaman Sedarah, Cerita Pengalaman Sekolah, Cerita pengalaman Selingkuh, Cerita pengalaman suster, Cerita Pengalaman Tante, Cerita Pengalaman Bersama Teman. 

Cerita Pengalaman Ngesex Dengan Wanita Yang Aku Cinta

Cerita Pengalaman Ngesex Dengan Wanita Yang Aku Cinta - Ini Cerita Pengalaman yang perna aku alami Aku akan menceritakan tentang hubungan sex yang pernah aku lakukan sendiri dengan wanita yang pernah jadi pacarku ataupun dengan wanita yang hanya sebatas teman dekat denganku adalah suatu kebangaan tersendiri bagiku. Sebut saja namaku Hendra, aku seorang laki-laki yang kini telah berusia 24 tahun. Pada kesempatan hari ini akau akan enceritakan pengalaman sek ku dengan wanita yang bernama Dewi .

Kejadian sex ini aku alami ketika aku masih duduk dibangku kela 2 SMA. Dewi ini hanyalah sebatas teman dekat saja denganku. Dia adalah tipe wanita yang manis,langsing dan mempunyai tinggi standart . Dewi ini jika dilihat-lihat seperti keturuanan arab. Ketika aku SMA dia dulu sudah lulus SMA, usianya terpaut lebih tua 3 tahun dariku.

Sebagai teman dekat kami sangat akrab sekali, bahkan aku tahu kali Dewi ada rasa suka denganku. Tidak heran sih jika dia menyukaiku, soalnya aku ini orangnya humoris, dan lumayan ganteng. Di usiaku yang dulu yang masih 17 tahun sudah banyak wanita yang menjadi korban nafsu sexs-ku. Kalau tidak salah dimasa-masa SMA-ku dulu aku sudah mempunyai 10 mantan pacar, hhe.

Terserahlah mau dibilang playboy atau apa, yang aku tahu saat itu hanyalah mengencani para wanita yang menurutku menarik. Pada suatu ketika saat itu aku membolos sekolah dan bermain ditempat Dewi . Aku yang memang sudah malas sekolah daripagi, aku-pun membawa baju Bebas yang sudah aku taruh ditas. Sesampainya dirumah Dewi aku langsung mengganti bajuku sragamku dengan baju biasa.

Rumah Itha sangatlah bebas namun harus tahu diri. Kedua orang tua Dewi sudah seperti saudaraku sendiri. Bahkan saking akrabnya aku sering makan dan minum dirumah Dewi  denagn cafra mengmbil sendiri, yah bisa dibilang seperti dirumah sendiri, hhe.

Saat itu aku sedang mengobrol dengan Dewi , ketika sedang asik-asiknya mengobrol tiba-tiba ayah Dewi -pun keluar dari rumahnya,
“ Eh Hendra, kog kamu nggak sekolah sih Rul ??? kamu bolos yah kog jam 8 pagi udah disini ???, ” ucap Om Ratno (ayah Hendra).

“ Hehehhe… Iya nih Om males banget sekolah, soalnya pelajaran hari ini membosankan OM, isinya Cuma pelajaran matetika, bahasa inggris, Kimia, sama Fisika Om, Aduh pusing,,,HHahahah…, ” ucapku menjelaskan.

“ Dasar Hendratuh pak bandel banget, Dewi nasehatin nggak pernah didenger, dasar anak bandel, hha…, ” ucap Dewi menyahut pembicaraan aku dan ayahnya.
“ Dasar Hendra bandel banget… Oh iya Rul mumpung kamu nganggur kamu mau tolongin Om Nggak, ” ucapnya meminta tolong padaku.
“ Boleh-boleh aja kog Om, emangnya mau minta tolong apa Om ???, ” jawabku enteng.
“ Ini nih Rul Om mau minta belikan tiket Bus di terminal buwat keberangkatan nanti sore, kalau pesen dulukan Om bisa milih tempat duduk, hhe… Oh iya nanti biar ditemenin Dewi beli tiketnya, Gimana, ??, ” ucapnya.

“ Oke deh Om siap, yaudah aku berangkat sekrang aja Om, ” ucapku pada Om Ratno.
“ Yudah deh Rul, Eh Tha sana temenin Hendrabeli tiket, ” ucapnya padaku dan Dewi .
“ Oh iya Rul, ini uang tiket dan uang bensinnya, ” ucap Om Ratno sembari memberikan uang padaku.
Dewi  yang kebetulan sudah mandi dan sudah berpakain rapi dan wangi-pun segera bergegas membonceng motorku. Motor ninja 2 tak kesayanganku-pun segera aku nyalakan, setelah menyala langsung aku tancap gas motorku,
“ Weeeng ggggggggggggggggggggggg…., ” suara knalpot racingku.


Jarak dari rumah keterminal lumayan jauhmyah kira-kira 35 km lah dari rumah Dewi . Untuk menuju ke terminal kami harus melewati hutan,kebun karet, kebun kopi, kota, baru sampai terminal. Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol dan bercanda. Motor ninja 2 tak jika jok belakang ditumpangi pasti akan merosot kedepan. Nah dari situlah mulailah aku berfikir mesum.

Jalan yang berkelak kelok dan naik turun membuat payudara Dewi  sering menempel dipunggungku. Sebagai cowok yang normal pasti dong aku merasa Horny, secara Dewi juga masuk perhitungan tipe wanita yang aku sukai. Tubuh langsing dan Payudaranya lumayan montok.

Sepanjang perjalanan aku sengaja mengerem mendadak agar payudaranya menempel pada punggungku.
Melihat hal itu Dewi  bukanya marah, eh malah dia sengaja nempel-nempelin kepunggung aku, dasar gatel juga nih cewek, hha. Setelah beberapa saat kami melakukan perjalanan akhirnya kami-pun sampai keterminal. Kami berangkat dari rumah jam 08.15 sampai keterminal jam 09.00 persis. Sesampainya diterminal kami-pun lekas membeli tiket untuk om Ratno.

Tiket sudah kami beli, dan kami-pun segera bergegas kembali. Weengggggg… Aku gas lagi motorku, dan Keluarlah kami dari terminal Bus itu. Dengan lincahnya aku-pun membawa motor ninja 2 tak-ku. Kota-pun sudah aku lewati dan sampailah kami dikebun kopi. Ketika kami sudah sampai dikebun kopi, tiba-tiba saja tangan Dewi menempel pada kedua pahaku dan payudaranya ditempelkan kepunggungku.

Bisa gawat nih, si Otong (penisku) bisa berdiri nih, ucap dalam hatiku. Pada jam-jam itu jalan diarea kebun kopi itu sangatlah sepi. Aku yang tahu Dewi Horny sengaja aku pelan-pelankan motorku,
“ Tha kog kamu dari berangkat tadi nempel-nempeli tetek kamu ke punggung aku sih ?? kamu sangek ya???, ” ucapku to the point.
“ Ihhhhh, Siapa juga yang sangek, yang buwat tetek aku nempel tuh jog kamu nih, udah nungging licin lagi, HUwww… dasar otak mesum, ” ucapnya mengelak.
“ Udahlah Tha nggk usah ngelak gitu, kamu sebenernya suka sama akukan?? Ngaku aja deh !!!!, ” ucapku terus menerus mendesaknya agar mengaku.
“ Apaan sih kamu Rul, huhhhh…, ” ucapnya sok jual mahal.
Aku yang sudah nafsu dengan Dewi , tanpa banyak bicara tangan Dewi  yang ada dikedua pahaku , salah satu tanganyalangsung aku arahkan pada penisku saja, bodo amat urusan marah belakangan,
“ Tha remes kontol aku dong, aku sangek nih, Sssshh…., ” ucapku sembari menahan tangan kiri Dewi dengan tangan Kiriku.

Motorku yang sengaja aku pelankan mengiringi gairah mesumku. Dewi saat itu-pun tidak menjawab dan berusaha mengalihkan tanganya dari penis-ku,
“ Udahlah Tha, kamu juga sangek kan nggak usah malu-malu remas aja penisku, ” ucapku sembari menahan tangannya agar tetap berada di atas penisku yang masih terbungkus celana.
Sesaat dia diam dan tidak berbuat apa-apa.

Kira-kira 2 menit dia diam, tiba-tiba saja dia mulai meremas-remas penisku dari luar celanaku dan dtempelkanlah kedua payudara-nya dipunggungku,
“ Rul, aku sayang kamu Rul, Emuuucahhh…, ” ucapnya berbisik lalu mencium telingaku.
Saat itu aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.

Dewi  berkata sembari meremas penisku, dan menempelkan payudaranya di punggungku. Ouhhh… mantap coy. Melihat Dewi yang seperti itu aku-pun segera membelokan motorku dikebun kopi. Sembari terus diremas penisku aku mencari tempat yang aman untuk aku berbuat mesum dengan Itha.

" Kumpulan Situs Poker Terpercaya Di Indonesia "

Beberapa menit saja aku sudah menemukan tempat yang aman untuk kami berbuat mesum. Suasananya sejuk, rimbun, dan bisa untuk parkir motor. Lalu aku-pun segera menghentikan motorku dan aku parkirkan dibawah pohon besar di area kebun kopi itu,
“ Tha, kita disini dulu yah, aku sangek banget Tha, ” ucapku.
“ Iya Rul terserah kamu aja, ” ucapnya dengan wajah penuh birahi.

Disitu aku langsung menyuruh Dewi untuk melepas bajunya, Wow… bersih sekali tubuhnya ternyata, payudaranya berukuran sedang namun menggemaskan. Waktu itu aku juga sempat mengadikan foto Dewi dengan HP-ku, dia berpose layaknya model professional. Jika dilhat-lihat Dewi itu wajahnya seperti wajah wanita haus sex, hha.
Setelah aku sempat mengabadikan aku-pun langsung mendekat kepada Dewi . Aku peluk, cium dan aku raba payudaranya,
“ Eummmmmm…. Eughhhh…, ” lenguh Dewi  mesra.

Tanpa rasa ragu aku terus menciumi bibir dan meremasi payudaranya. Tubuh Dewi  sangat sexy sekali dengan masih memakai celana jeans dan memakai BH saja. Pinggangnya ramping payudaranya sedang, Oughhh, mantap. Dewi dan aku yang sudah sama-sama Horny, kami saling memberikan rangsanngan sex. Dewi  mulai memasukan tanganya kedalam celana dalamku,
“ Oughhhh… Sssssss…, ” desahku.

Beberapa saat Dewi memainkan penis-ku, rasanya sungguh nikmat sekali remasan tangan nita. Penisku yang tegak berdiri itu sudah tidak sabar lagi untuk segera masuk kedalam memek Dewi . Aku mengimbangi permainan sex Dewi  dengan terus menciumi bibirnya sembari meremas payudaranya. Kami terbakar oleh nafsu yang memuncak sekali.

Saat itu aku kami yang sama-sama memakai celana jeans, kemudian mulai melepaskan ciuman kami lalu melepas celana jeans, dan celana dalam kami masing-masing. Seremapak saat itu kami telanjang bulat. Aku yang sudah horny tidak segera aku minta Dewi untuk menungging,
“ Tha, kita ML sekarang yah, pemanasanya cukup yah, udah sangek banget nih, ” ucapku dengan raut wajah penuh nafsu.

Dia-pun mengganguk dan segera memposiiskan diri denagn menungging dan berpegangan motorku. Tidak sabar lagi segera aku gesek-gesekan penisku pada vagina Dewi agar basah,
“ Oughhhh… Ssssssss… Enak Rulllll, Ahhhhh… terus gesek rul sampai basah…, ” ucap Dewi penuh birahi.
“ Iya Tha, biar basah dulu nanti baru aku masukin, Oughhhh…, ” ucapku.
Aku menggesek-gesekan penisku pada vagina Dewi  hingga basah, Dewi meracau diiringi basahnya memek Dewi dengan lendir kawinnya,
“ Rul ayo masukinkontol kamu, aku udah basah nih… Ahhhh.., ” ucapnya penuh hasrat sex.
“ Iya Tha, ” jjawabku singkat.

Karena sudah basah aku-pun segera memasukan penis-ku dalam vagina v ,
“ Blessssssssssssssssssssssssss…. Aghhhhhhhhhh, ” desah Dewi sembari mendongakan kepalanya keatas.
Wah gampang sekali masuknya, ternyata Dewi selama ini sudah tidak perawan, tahu gitu dari kemarin-kemarin dia aku ajak ML, hha… ucapku dalam hati. Tanpa ragu dan penuh nafsu segera aku sodok memek Dewi ,
“ Aghhhh… Rul… terus Rul, Sssss…. Aghhhh…, ” desah Dewi nikmat.

Aku terus menyodok penis Dewi dengan gaya Doggy Style. Walaupun sudah tidak perawan memek Dewi masih enak sekali. Aku sodok memeknya dengan cepat dan penuh nafsu. Dia mendesah tidak karuan seiring aku sodok memek-nya dengan penisku. Aku menggenjot memek-nya sembari berpengan pada pnatatnya yang putih dan kencang itu,
“ Tha, benar-benar nikmat sekali memek kamu Tha, Sssss… Aghhhh…, ” ucapku sembari meyodok memek Dewi .
“ Eughhh… Iya Rulll, Oughhh… terus sodok sampai aku keluar Rul, Ahhhh…, ” ucapnya.

Agar dia cepat mendapatkan klimakasnya, aku-pun menyodok memeknya sembari meremas payudara-nya. Aku entot Dewi semabri aku remasi payudaranya dengan kencangnya. Dengan perlakuanku itu Itah semakin gila saja mendesahnya. Dia meracau tidak karuan, dan memeknya-pun semakin basah saja denganlendir kawinya,
“ Rulll, Oughhh… Aku mau keluar Rul… Aghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Syurrrrrrrr…., ” ucap Dewi di iringi dengan klimaksnya.

Hangat sekali rasanya ketika cairan kawin v keluar dari vagina-nya. Memeknya semakin basah saja hinga terdengar suara,
“ Pyekkk… Pyakkk… pyekkk… pyekkk… pyekkk…, ” suara memek Dewi yang aku sodok yang basah dengan lendir kawinya.
“ wah kamu udah keluar yah Tha, aku juga mau keluar nih,keluarin dimana Tha???, ” tanyaku sembari terus menyodok memek Dewi .
“ Eughhh… Ssssssss… diluar aja Rul biar aku nggak hamil, Aghhhhh…, ” jawabnya semabri menikmati sodokan penisku.

Tanpa menjawab aku-pun terus menyodok vagina Dewi . Beberapa menit kemudian aku-pun merasa akan keluar. Dengan cepatnya aku-pun segera mencabut penisku, lalu aku kocok dengan tanganku,
“ Crottttttttttttttttttttttttttt… Crotttttttttttt…. Crottttttttttt, ”
Keluarlah spermaku dengan kencangnya membasahi pantat Dewi . Puas sekali rasanya sudah mengeluarkan spermaku, Ahhhhh nikmatnya,
“ Enak ya Tha bisa ML sama kamu, lain kali kita ML lagi yah, hhaaa…, ” ucapku sembari membersihkan penisku.

“ Idih maunya…. dikasih sekali minta lagi, dasar bocah bandel penuh nafsu, hhaaa… gampang deh kita lihat nanti, Okey… Emuuaaach…, ” ucap Dewi sembari mencium bibirku.
Setelah itu kami-pun segera merapikan diri lagi, segera kami kenakan pakaian kami kembali.

Tapi saat itu Dewi tidak mengenakan celana dalamnya, karena celana dalamnya untuk mengelap vagina dan pantatnya yang berlumur spermaku, hha. Karena kami takut jika ketahuan oleh pekerja yang bekerja dikebun kopi kami-pun segera meninggalkan kebu kopi itu.

Singkat cerita setelah kejadian itu aku dan Dewi -pun menjalin hubungan asmara. Kami sering melakukan hubungan sex jika ada kesempatan. Kadang kami ML di rumah Dewi , kadang di hutan, pokoknya dimana aj deh selama ada kesempatan buwat mesum. Selesai.